3 Poin Kunci Bayangi Prospek Jangka Panjang Dolar AS

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

New York: Deutsche Bank menilai pergeseran struktural dalam aliran modal global, inovasi teknologi, dan geopolitik membentuk kembali prospek jangka panjang dolar Amerika Serikat (AS).

Salah satu perubahan terbesar adalah bagaimana AS membiayai defisit eksternalnya. Permintaan resmi asing untuk utang AS telah melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, sementara investasi di perusahaan teknologi AS telah menarik arus masuk ekuitas yang substansial dari investor global.

Dikutip dari Investing, Minggu, 12 Juli 2026, laporan tersebut menyatakan bahwa perbedaan antara penurunan pembelian resmi utang berdenominasi dolar dan peningkatan arus masuk ekuitas swasta telah mencapai rekor tertinggi, membuat dolar semakin bergantung pada modal yang sensitif terhadap risiko daripada permintaan cadangan tradisional.

Laporan tersebut juga menyoroti tren yang kontras yang muncul di AS dan Asia. Diskusi dengan investor di Pantai Barat AS berpusat pada teknologi blockchain dan tokenisasi, yang dapat lebih mengurangi hambatan untuk berinvestasi dalam aset keuangan Amerika.

Di Asia, perhatian telah difokuskan pada upaya Tiongkok untuk memperluas penggunaan renminbi secara internasional, sebuah tren yang masih kurang diapresiasi di banyak pasar Barat.

Kedua perkembangan tersebut berpotensi membentuk kembali arus modal global dalam beberapa tahun mendatang, menurut catatan tersebut.

Baca Juga :

Dolar AS Menguat Tipis, Pasar Cermati Inflasi AS dan Arah Kebijakan The Fed

(Ilustrasi. Foto: Freepik) Pergerakan mata uang Asia Laporan tersebut juga mengidentifikasi Asia sebagai rumah bagi banyak mata uang yang paling undervalued di dunia, dengan enam dari sepuluh mata uang termurah dalam model valuasi berada di wilayah tersebut, termasuk beberapa ekonomi industri utama.

Tiongkok diperkirakan akan terus memainkan peran penting di pasar valuta asing regional seiring meningkatnya tekanan geopolitik dari Eropa. Ketidakpastian yang lebih besar menyelimuti Jepang, di mana investor mengamati dengan cermat bagaimana yen merespons agenda industri, fiskal, dan ekonomi pemerintah.

Catatan tersebut mengatakan bahwa pergeseran struktural ini menunjukkan bahwa investor harus lebih memperhatikan perkembangan arus modal global daripada hanya mengandalkan pendorong tradisional kinerja dolar.
 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandara Bandaneira Bakal Dibangun Ulang, Landasan Pacu Akan Diperpanjang
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
PRSU, dari panggung budaya ke etalase ekonomi Sumatera Utara
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Respons KPK Kasus Eks Jampidsus Febrie Masuk Kejagung
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Iker Lecuona Raih Kemenangan Perdana di WorldSBK usai Hentikan Dominasi Nicolo Bulega di Donington Park
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.