Mahasiswa Asal Jombang Meninggal dalam Kecelakaan Adu Banteng di Lakarsantri

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Seorang mahasiswa asal Jombang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan adu banteng dengan pemotor lain di kawasan Jalan Raya Sepat Lidah Kulon, Lakarsantri, Kota Surabaya, Minggu (12/7/2026) subuh.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial TR, Mahasiswa asal Jombang yang saat itu mengendarai motor Yamaha Mio nopol S 2081 WN. Sementara satu pengendara lainnya yang mengalami luka-luka berinisial SS, warga Sidoarjo, yang mengendarai Honda Vario nopol W 2914 BL.

Kompol Imam Solikin Kapolsek Lakarsantri mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, dua sepeda motor melaju dari arah berlawanan. Namun setibanya di lokasi, salah satunya diduga kehilangan konsentrasi hingga akhirnya bertabrakan satu sama lain dari depan atau adu banteng.

“Yang satu pakai sepeda motor Mio, yang satu pakai sepeda Vario. Nah, yang Vario ini dari Barat ke Timur, kemudian yang Mio ini dari Timur ke Barat. Jadi adu banteng,” kata Imam saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu pagi.

Tabrakan itu, kata Imam, langsung membuat TR meninggal dunia di lokasi. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya. Sementara SS mengalami luka ringan dan juga dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Untuk yang Mio inisial TR. Alamatnya di Jombang. Masih mahasiswa. Tadi informasinya dari Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Nanti langsung dibawa ke RSUD Bhakti Dharma Husada. Meninggal dunia di lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan itu diduga dipicu kurangnya kehati-hatian dan kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi. Kondisi jalan yang masih sepi pada pukul 04.30 WIB diduga membuat kendaraan melaju kencang.

“Kalau tadi dari saksi-saksi menyampaikan, ya karena kurang hati-hatinya saja dan kecepatan terlalu tinggi karena sepi,” kata Imam.

Kapolsek mengatakan, pihaknya sudah menghubungi keluarga korban meninggal, dan saat ini pihak keluarga sedang menuju ke rumah sakit.

Adapun saat kecelakaan terjadi, kedua pemotor sama-sama memakai helm. Surat-surat juga dipastikan Kompol Imam dalam posisi lengkap. Keterangan awal yang dihimpun, TR diduga dalam pengaruh alkohol (mabuk) saat berkendara, sementara SS mengantuk.

“Ya, karena kondisi manusianya aja mungkin yang satu ngantuk. Ada indikasi yang satu juga mabuk. Yang meninggal,” kata Imam.

Selain faktor pengendara, polisi juga menyoroti kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian yang sedang ada perbaikan jalan di sisi kiri. “Kalau kontur jalan ini yang saya pikir memang ada perbaikan,” ujarnya. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menbud diberi gelar kehormatan adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Banjir di Bangladesh Tewaskan 44 Orang, Lebih dari Sejuta Warga Terdampak
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hyundai Staria EV Siap Mengaspal di RI, Bakal Tantang Denza D9 Cs
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Desakan Penelusuran Aset Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Resmi! Persija Lepas Ryo Matsumura, Catatan 35 Kontribusi Gol Tak Cukup Selamatkan Masa Depannya
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.