Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyerahkan kunci rumah hunian tetap (huntap) mandiri kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Sumatra Barat. Penyerahan tersebut menjadi penanda rampungnya pembangunan rumah contoh sekaligus awal percepatan penyediaan hunian permanen bagi korban bencana.
Sekretaris Utama BNPB Rustian menyerahkan secara simbolis kunci huntap kepada warga di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kota Padang Panjang pada Jumat (10/7/2026). Penyerahan tersebut disaksikan jajaran BPBD Sumatra Barat, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Rustian meminta warga penerima manfaat segera menempati rumah yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat tinggal permanen.
"Jangan sampai setelah dibangun Huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman," kata Rustian lewat rilisnya, Minggu (12/7/2026).
BNPB menyatakan pembangunan rumah contoh tersebut selesai sekitar dua bulan setelah peletakan batu pertama. Rumah yang dibangun memiliki tipe 36 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dan dapur.
Dalam pembangunan huntap, BNPB menggunakan material SEPABLOCK (Semen Padang Bata Interlock), yakni inovasi PT Semen Padang yang mengandalkan sistem interlocking. Material tersebut diklaim memiliki sejumlah keunggulan, antara lain tahan gempa, lebih ramah lingkungan, mempercepat proses konstruksi, serta memudahkan mobilisasi material.
Baca Juga
- BNPB Gandeng Semen Padang Bangun Huntap di Sumbar, Gunakan Sepablock
- BNPB Ancang-ancang Bangun 36.000 Huntap Bagi Korban Bencana Sumatra
- Butuh Rp130 Triliun, Bangun Huntap dan Jembatan Imbas Bencana Sumatra
Setelah pembangunan rumah contoh selesai, BNPB akan melanjutkan pembangunan huntap mandiri bagi warga terdampak berdasarkan data korban yang telah diverifikasi.
Percepatan pembangunan hunian tetap merupakan bagian dari tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Siklon Senyar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November tahun lalu. Program tersebut ditujukan untuk menyediakan hunian permanen bagi masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“BNPB menilai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan guna menerapkan prinsip build back safer and better dalam penanganan kawasan terdampak bencana,” tandasnya.





