Teriakan gol bergema di anjungan Sarinah, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026) pagi. Teriakan itu disusul dengan sukacita warga yang merayakan. Di antara perayaan itu, ada pula beberapa orang yang hanya tersenyum lesu melihat timnya kebobolan. Mereka adalah para penonton tim nasional Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Dengan mengenakan jersei timnas Argentina, Nasrun antusias mengikuti nonton bareng atau nobar Piala Dunia 2026. Ini pengalaman pertamanya menyaksikan piala dunia bersama-sama saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jakarta. Karena itu, sejak pukul 07.00 WIB ia sudah berada di Sarinah untuk mendapatkan tempat duduk terbaik.
Lionel Messi dari kepala sampai lengan.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Jersei Lionel Messi.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Jersey Messi lagi.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Semua tentang Messi.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Muka semringah Nasrun berubah menjadi lesu saat pemain timnas Swiss, Dan Ndoye, mencetak gol ke gawang Argentina pada menit ke-67. Sepanjang babak kedua, Nasrun dan pendukung Argentina yang lain hanya tertunduk lunglai berharap pemain bintang mereka, Lionel Messi, mencetak gol. ”Aduh, padahal sudah menang 1-0 dulu tetapi Swiss mainnya juga bagus,” ujar Nasrun.
Senyum di wajah Nasrun kembali berbinar seusai Julian Alvarez berhasil mencetak gol pada babak tambahan pada menit ke-112. Sontak teriakan para pendukung Argentina pecah di Sarinah. Kebahagiaan itu menular ke para penonton yang bukan pendukung Argentina dan hanya iseng ingin menyaksikan nobar.
Banyak penonton yang menyaksikan bukan pendukung Argentina ataupun Swiss. Mereka adalah warga yang sedang berolahraga di sepanjang Jalan MH Thamrin dan penasaran ingin ikut menyaksikan pertandingan. Nia adalah salah satunya. Ia tidak sengaja melintas ke arah Sarinah dan penasaran dengan adanya keramaian di tempat itu.
”Ternyata sedang ada nobar Argentina dan Swiss, sekalian aja nonton,” ujarnya.
Tidak henti mendukung Argentina.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Keceriaan saat gol tercipta.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Tak dapat menyembunyikan keceriaan.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Bersama merayakan kemenangan.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Saat peluit babak kedua dibunyikan, Nia pun memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan menyaksikan sampai babak tambahan waktu. ”Saya pendukung Inggris, he-he-he,” kelakarnya.
Semarak nobar Piala Dunia kini mulai menjamur di Jakarta. Hampir setiap tempat publik mengadakan nobar, seperti di tempat makan ataupun kafe. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jakarta bahkan sampai mengadakan nobar Piala Dunia di GOR di lima wilayah Jakarta.





