Emir Qatar periode 1995-2013, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, meninggal dunia. Kabar itu diumumkan pemerintah Qatar pada Minggu (12/7). Sheikh Hamad meninggal dunia pada usia 74 tahun.
“Dengan hati yang teguh dalam iman kepada ketetapan dan takdir Allah, Amiri Diwan berduka atas kehilangan besar bagi bangsa ini, yakni mendiang Yang Mulia Amir Bapak Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani,” demikian bunyi pernyataan yang dipublikasikan kantor emir melalui media sosial, dilansir AFP.
Sheikh Hamad dipandang sebagai salah satu arsitek utama Qatar modern dan memimpin negara itu selama periode pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Ia mengambil alih kekuasaan pada Juni 1995 dengan menggulingkan ayahnya melalui kudeta tanpa pertumpahan darah saat sang ayah berada di luar negeri.
Ia mewarisi emirat kecil yang relatif terpinggirkan dengan kas negara yang nyaris kosong, lalu mengubahnya menjadi pemain penting di panggung regional dan internasional.
Dalam beberapa tahun, ia meletakkan fondasi bagi perkembangan pesat Qatar. Meski luas wilayah negara itu hanya sekitar sepertiga Belgia, Qatar memiliki salah satu cadangan gas alam terbesar di dunia.
Berkat investasi dan kemitraan internasional, Qatar menjadi produsen dan pengekspor utama gas alam cair (LNG).
Qatar juga menjelma menjadi salah satu negara terkaya di dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) per kapita. Di bawah pemerintahan Sheikh Hamad, jumlah penduduk Qatar hanya sekitar dua juta jiwa, dengan mayoritas merupakan warga negara asing.





