Pantau - Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vinsensius Jemandu menilai wisata olahraga (sport tourism) menjadi salah satu cara paling efektif untuk mempromosikan pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal karena mampu menarik banyak peserta dengan biaya yang relatif terjangkau.
Vinsensius menyampaikan penilaian tersebut usai mengikuti ajang Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta.
Menurut Vinsensius, sport tourism memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari menghidupkan pelaku UMKM, meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara dari kabupaten maupun provinsi sekitar, hingga menjadi sarana promosi destinasi wisata.
Wellness Tourism Jadi Tren Baru PariwisataVinsensius mengatakan Kementerian Pariwisata berharap seluruh destinasi wisata di Indonesia memiliki kegiatan wellness atau kebugaran, termasuk melalui penyelenggaraan sport tourism.
Ia menilai tren wellness tourism atau wisata kebugaran meningkat signifikan sejak pandemi COVID-19 dan kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Menurutnya, wellness tourism juga merupakan produk pariwisata berkualitas tinggi atau high quality tourism.
Vinsensius menjelaskan terdapat tiga portofolio utama produk wisata, yaitu budaya (culture), alam (nature), dan buatan (man-made).
Ia menyebut sport tourism termasuk dalam kategori wisata buatan (man-made).
Kontribusi Wisata Buatan Terus MeningkatVinsensius mengungkapkan sebelumnya kontribusi produk wisata terhadap kunjungan wisatawan mancanegara didominasi wisata budaya sebesar 60 persen, disusul wisata alam 30 persen, sedangkan wisata buatan hanya 10 persen.
Saat ini, kontribusi wisata buatan meningkat menjadi sekitar 20 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut didorong oleh berkembangnya wellness tourism, event lari, Hyrox, serta berbagai kegiatan olahraga yang berkaitan dengan pariwisata.
Vinsensius menilai perubahan tersebut merupakan pergeseran yang sangat positif karena berkaitan dengan meningkatnya pengeluaran wisatawan (spending) sekaligus berpotensi menambah devisa dari wisatawan mancanegara.
Ia menambahkan kegiatan sport tourism kini berkembang hampir di seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut Vinsensius, perkembangan tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Ia juga menilai telah terjadi perubahan gaya hidup pada generasi muda yang kini lebih banyak mengikuti berbagai event lari dibandingkan menghabiskan waktu di kafe.
Vinsensius menilai tren tersebut menjadi perkembangan positif bagi pertumbuhan sport tourism di Indonesia.




