Studi Demokrasi Rakyat Puji Penanganan Korupsi Era Prabowo

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menilai publik semakin percaya Presiden Prabowo Subianto tak main-main dalam memberantas korupsi. Dia mengungkit pernyataan Prabowo mengenai 'Ikan Busuk dari Kepala' dengan kasus korupsi yang belakangan diungkap aparat penegak hukum.

"Itu beliau buktikan dengan 2 kasus korupsi yang kita saksikan langsung, Pertama: Kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN), Kedua: Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)," kata Hari dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Pakar Intelijen Apresiasi Ketegasan Prabowo di Penanganan 3 Kasus Korupsi

Menurutnya, penanganan dua kasus korupsi tersebut menjadi sorotan sebab menyangkut kredibilitas lembaga negara. Selain itu juga terhadap janji kampanye Prabowo yang ingin memperbaiki gizi anak Indonesia serta penegakan hukum yang tak pandang bulu.

"Kedua kasus tersebut menjadi tantangan dan menyangkut kredibilitas kelembagaan yang di satu sisi menjawab janji kampanye presiden soal gizi bagi rakyat dan di sisi lain penegakan hukum yang tidak pandang bulu," ujarnya.

Hari memandang situasi yang sedang dihadapi Prabowo saat ini tidaklah mudah. Dia mengibaratkan posisi Prabowo yang tengah menjadi nahkoda di laut penuh ombak.

"Suasana Presiden Prabowo dalam pemimpin Indonesia diibaratkan nahkoda dan kalimat motivasi dari rakyat bagi nahkoda saat ini yaitu nahkoda yang tangguh itu tidak lahir di laut yang tenang, tapi lahir di laut yang penuh dengan ombak dan badai," ucapnya.

Baca juga: Yenti Garnasih Dukung Kortas Tipikor Polri Usut 3 Kasus Korupsi dan TPPU

Dia menilai Prabowo patut diapresiasi lantaran sudah berada di koridor institusi. Dia meminta masyarakat untuk terus ikut mengawal perkara korupsi tersebut.

"Langkah Presiden Prabowo patut diapresiasi bekerja dalam koridor konstitusi dan memperlihatkan bagaimana seni memimpin. Meskipun ada beberapa oknum yang memanfaatkan kedekatan agar ABS (Asal Bapak Senang) itu tidak berlaku di mata Presiden Prabowo. Publik tetap harus mengawal 2 kasus tersebut, sehingga sinergisitas dan kedekatan Presiden dengan rakyatnya tidak berjarak. Mari rakyat bersama Presiden bergandengan tangan menjaga bangsa Indonesia sesuai amanat Pembukaan (Preambule) UUD 1956," imbuhnya.




(dek/gbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo: Bangkitnya Koperasi Akan Menjadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Rudi Margono Pastikan Penanganan Perkara Korupsi di Kejaksaan Agung Tetap Berjalan usai Pengunduran Diri Febrie Adriansyah
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Anak Ungkap Kondisi Terakhir Temon
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jaga Hilirisasi dan Lapangan Kerja, IMEF Dukung Relaksasi Produksi Nikel
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Penembakan di Festival Salsa on St. Clair Toronto Tewaskan Dua Orang, Enam Korban Lain Terluka
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.