Prabowo: Konsep Kopdes Merah Putih Sudah Lama Ada di Benak Saya, Sudah Puluhan Tahun

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan gagasan pembentukan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih telah lama muncul dalam benaknya.

Bahkan, kata dia, gagasan itu sudah dipikirkan sejak puluhan tahun lalu ketika masih bertugas sebagai prajurit TNI di berbagai wilayah pedesaan.

Baca Juga :
Momen Jaksa Agung, Panglima TNI hingga Kapolri Duduk Bareng Hadiri Hari Koperasi
Menkop Ungkap 15.845 KDMP Sudah Tuntas 100 Persen

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Minggu, 12 Juli 2026.

Presiden Prabowo mengatakan pengalaman hidup bersama masyarakat di desa-desa menjadi titik awal lahirnya konsep penguatan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Konsep Koperasi Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah puluhan tahun," kata Prabowo.

Presiden Prabowo menuturkan bahwa ketika masih bertugas di militer, ia kerap ditempatkan selama berbulan-bulan di desa-desa dan daerah pegunungan.

Dalam masa penugasan tersebut, ia menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, bahkan mengalami kelaparan.

"Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena makan saya terbatas untuk kompi (pasukan) saya," jelasnya.

Dari pengalaman tersebut, lanjut Presiden Prabowo, membuatnya meyakini bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari penguatan desa. Meski Indonesia terus bergerak menjadi negara industri, pemerintah tetap harus memastikan masyarakat di lapisan paling bawah memperoleh perlindungan dan akses terhadap kegiatan ekonomi.

Menurutnya, koperasi menjadi salah satu instrumen yang paling tepat untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Namun, ia mengakui upaya membangun koperasi pada masa lalu berjalan lambat karena keterbatasan kewenangan dan akses permodalan.

Setelah menjabat sebagai presiden, kata Kepala Negara, pemerintah terlebih dahulu memperkuat sektor pertanian melalui percepatan swasembada pangan, penurunan harga pupuk, serta kenaikan harga pembelian gabah agar pendapatan petani meningkat.

Meski demikian, Presiden Prabowo mengaku menerima laporan bahwa banyak petani tetap mengalami kesulitan ekonomi karena terjerat utang berbunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa tanam.

Petani kerap meminjam uang kepada rentenir dengan bunga yang sangat tinggi sehingga hasil panen tidak sepenuhnya dapat dinikmati untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga :
Prabowo: Hei Koruptor Sadar Diri, Rakyat Tidak Bodoh!
Prabowo Singgung Tamu Nggak Tahu Diri: Datang ke Sini Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok!
Prabowo Ungkit Lagi Kalah Pilpres: Tapi Gerakan Koperasi Selalu Bersama Saya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1.000 Rudal Siap Diluncurkan Jika Iran Coba Membunuh Trump
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Sisa Waktu 4 Tahun, Dunia Baru Capai 36 Persen Target SDGs
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Suami Bupati Sukoharjo Terancam Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Pemerasan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari Ritual Juju hingga Air Mata, Kisah Fans di Piala Dunia 2026
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
ANTARA gelar Pameran Foto Jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Bali
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.