Ibu Hamil Keguguran Setelah Alami Pendarahan di Stasiun Sawah Besar

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dievakuasi aparat kepolisian di area Stasiun Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/7/2026) siang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, perempuan tersebut mengalami kondisi gawat darurat akibat memiliki riwayat gangguan kehamilan mola hidatidosa atau yang lebih dikenal sebagai hamil anggur.

Baca juga: Viral Pria Ngevape di KRL Cikarang-Angke, Berujung Diturunkan di Stasiun Klender Baru

"Berdasarkan pemeriksaan awal, korban mengalami pendarahan aktif dan memiliki riwayat penanganan medis akibat mola hidatidosa (hamil anggur)," kata Reynold dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (12/7/2026).

Reynold menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika petugas keamanan stasiun melaporkan adanya penumpang yang membutuhkan pertolongan medis.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Metro Jakarta Pusat langsung mengerahkan ambulans ke Stasiun Sawah Besar.

Baca juga: Dishub Ungkap Penyebab Utama Kemacetan di Stasiun Bekasi, Penumpang Capai 80.000 per Hari

"Begitu menerima informasi adanya warga yang membutuhkan pertolongan medis, tim ambulans Sidokkes Polres Metro Jakarta Pusat langsung bergerak menuju lokasi," ujar Reynold.

Setibanya di lokasi, petugas Sidokkes segera melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

Meski mengalami pendarahan aktif dalam jumlah cukup banyak, korban dipastikan masih dalam kondisi sadar.

Baca juga: Perluasan Peron 6-8 di Stasiun Bogor Dipercepat, Ditargetkan Selesai 15 Juli 2026

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke ambulans dan membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

"Saat dievakuasi, korban berada dalam kondisi sadar dan langsung dievakuasi. Kecepatan penanganan sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban," jelasnya.

Sesampainya di IGD RSPAD Gatot Soebroto, penanganan korban diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Pria Lansia Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu, Diduga Bunuh Diri

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Reynold mengatakan, perempuan tersebut berhasil selamat. Namun, janin yang dikandungnya tidak dapat dipertahankan dan dinyatakan gugur.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan Kepolisian 110 apabila menemukan orang yang membutuhkan pertolongan, mengalami keadaan darurat, kecelakaan, tindak kriminal, maupun gangguan kamtibmas lainnya," kata Reynold.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Glaukoma hingga Katarak Bisa Datang Diam-diam, Begini Cara Deteksi Sejak Dini
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Tangis Cristiano Ronaldo-Neymar Warnai Last Dance, Akhir Sebuah Era di Piala Dunia 2026? |ARAH JUARA
• 20 menit lalukompas.tv
thumb
Blak-Blakan! Mahfud MD & Abraham Samad Soal Penetapan Tersangka FA di 3 Kasus Korupsi: Masuk TPPU
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
AS Longgarkan Kontrol Ekspor untuk UEA dari Migas hingga Peralatan Militer
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pelatih Argentina dan Inggris Kompak Ngaku Beruntung Usai Lolos ke Semifinal, Kinerja Wasit Disorot
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.