Gunung Anak Krakatau Meletus 18 Kali dalam 10 Hari, Status Masih Siaga Level III

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menjadi perhatian. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api tersebut telah mengalami sedikitnya 18 kali letusan sejak 2 Juli 2026.

Meski demikian, hingga Minggu (12/7/2026), status Gunung Anak Krakatau masih dipertahankan pada Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau PVMBG, Rio Bonik Situmorang, mengatakan dalam beberapa hari terakhir aktivitas vulkanik memang terpantau cukup tinggi. Namun, pada Minggu belum terjadi letusan.

"Untuk hari ini belum ada letusan. Namun, beberapa hari sebelumnya mulai dari tanggal 2 Juli, tercatat ada sekitar 18 kali letusan sampai kemarin," kata Rio di Serang, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif. Dalam beberapa periode, kegempaan vulkanik meningkat cukup signifikan, namun pada waktu lain kembali menurun.

Menurut Rio, letusan terakhir yang berhasil terekam instrumen pemantauan terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam sekitar pukul 23.34 WIB.

Sementara itu, kondisi visual Gunung Anak Krakatau pada Minggu belum dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut jika dilihat dari Pos Pengamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

PVMBG memastikan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan selama 24 jam penuh menggunakan berbagai instrumen pemantauan vulkanik yang terpasang di lapangan.

"Hasil evaluasi berkala dari tim ahli vulkanologi ini menjadi acuan utama dalam menentukan langkah mitigasi," ujar Rio.

Seiring masih diberlakukannya status Level III atau Siaga, PVMBG menegaskan rekomendasi bagi masyarakat belum mengalami perubahan. Warga, wisatawan, maupun nelayan diminta tidak mendekati atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

PVMBG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas terkait, serta tidak mudah memercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Ant/cmi)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peristiwa 12 Juli: Monas Dibuka untuk Umum hingga Prancis Juara Piala Dunia 1998
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Khofifah minta guru maksimal bimbing pelajar ADEM jadi generasi unggul
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Manulife: Pasar SBN RI Masih Atraktif di Tengah Kenaikan Suku Bunga
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Media Thailand Apresiasi Langkah Ole Romeny yang Tetap Berkarier di Eropa
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Di Peringatan Hari Koperasi, Prabowo: Saya Akan Berjuang untuk Rakyat
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.