Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta gencar melakukan gerakan pemilahan sampah serta pengoperasian waste station yang dimulai di Balai Kota.
Langkah tersebut turut menuai respons positif dari Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi.
Menurutnya perubahan budaya pengelolaan sampah memang harus dimulai dari lingkungan pemerintahan sebelum diterapkan secara luas kepada masyarakat.
"Ini langkah yang patut diapresiasi. Pemerintah tidak bisa hanya mengajak masyarakat memilah sampah, tetapi juga harus menjadi contoh nyata melalui budaya kerja di kantor-kantor pemerintahan," kata Nabilah, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Kendati demikian, Nabilah mengingatkan agar program kampanye pemiliahan sampah itu tak hanya berhenti di Balai Kota Jakarta.
Ia menekankan sudah selaiknya seluruh kantor pemerintahan daerah turut menerapkan standar yang sama sehingga gerakan memilah sampah menjadi budaya birokrasi bukan sekadar proyek percontohan.
"Jangan sampai waste station hanya ada di Balai Kota sementara di kantor-kantor pemerintah lainnya belum berjalan. Kalau ingin mengubah perilaku masyarakat, pemerintah harus lebih dulu menunjukkan konsistensinya," ujarnya.
Nabilah turut meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyusun mekanisme evaluasi dan pemantauan berkala terhadap implementasi pemilahan sampah diseluruh kantor Pemprov Jakarta.
Menurutnya, eberhasilan program harus diukur melalui indikator yang jelas mulai dari tingkat kepatuhan memilah hingga besarnya pengurangan sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
"Kesadaran kolektif tidak lahir dari slogan, tetapi dari kebiasaan yang dibangun setiap hari. Pemerintah harus menjadi role model agar gerakan pilah sampah benar-benar menjadi budaya baru di Jakarta," ujarnya.(raa)




