Jakarta, VIVA – Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) Iran mengklaim telah menyerang pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang melayani kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm di Oman.
Langkah ini dilakukan Iran sebagai fase ketiga serangan balasan atas agresi Amerika Serikat (AS) yang terbaru.
Dalam pernyataan di media Sepah News pada Minggu, IRGC mengatakan Angkatan Udaranya telah meluncurkan "serangan berat dan mengejutkan" kepada "pusat dukungan logistik bagi Angkatan Laut dan platform pengisian bahan bakar kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman".
Pernyataan itu menjelaskan operasi tersebut sebagai balasan atas agresi mematikan dari AS .
IRGC menyatakan kebulatan tekad bangsa Iran tercermin saat prosesi pemakaman pemimpin besar Iran Ali Khamenei yang dihadiri puluhan juta rakyat sebagai keberanian para pejuangnya.
Pernyataan itu diakhiri dengan mengutip ayat Al Quran; "Kemenangan hanyalah milik Allah semata, yang Maha Esa, dan Maha Bijaksana".
Pernyataan itu diumumkan usai militer AS melanjutkan upaya agresinya ke Iran selatan sebagai tanggapan atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Angkatan Laut IRGC.
IRGC juga menyampaikan bahwa kapal kedua yang dianggap melanggar peraturan di Selat Hormuz telah dilumpuhkan melalui operasi militer balasan.
Menurut pernyataan Departemen Hubungan Masyarakat IRGC pada Minggu, tindakan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan AS kepada markas militer Iran yang berada di pesisir pantai.
IRGC juga mengklaim bahwa fase kedua balasan, yakni rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara AS di Al Udeid, Qatar, telah menghantam markas pusat perbaikan dan perawatan pesawat tempur dan fasilitas kendali.
Iran juga memperingatkan bahwa kelanjutan serangan AS dan Israel akan dibalas dengan serangan militer yang lebih kuat. (Ant)





