Mendikti Saintek Minta Riset UNIDA Gontor Jadi Solusi Nyata bagi Persoalan Bangsa

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto meminta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor memastikan hasil riset, penelitian, hingga karya ilmiah sivitas akademika mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat dan bangsa saat menghadiri Reuni Akbar Milad ke-63 UNIDA Gontor dan peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu.

Brian menegaskan hasil penelitian perguruan tinggi tidak boleh berhenti di lingkungan kampus, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

Riset Diminta Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Brian mengungkapkan, "Kami menitipkan agar Pondok Modern Gontor bisa lebih berdampak. Program-program yang dilakukan di seluruh jenjang, penelitian, riset di UNIDA, skripsi, tesis, maupun disertasi kalau bisa dihubungkan dengan permasalahan bangsa, baik di Ponorogo, Jawa Timur, maupun Indonesia."

Ia menilai karya akademik harus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga hasil riset dapat diaplikasikan secara luas.

Brian juga mengapresiasi kontribusi Pondok Modern Darussalam Gontor yang selama satu abad telah melahirkan banyak talenta bagi bangsa.

Ia mengungkapkan, "Kekuatan yang selama ini dihasilkan oleh Pondok Modern Gontor adalah akhlakul karimah, integritas, dan kekuatan bahasa. Kami berharap hal itu terus dilanjutkan."

UNIDA Pertahankan Sistem Pendidikan Berbasis Pesantren

Rektor UNIDA Gontor Prof KH Hamid Fahmy Zarkasyi menjelaskan UNIDA tetap mempertahankan sistem pendidikan berbasis pesantren dengan seluruh mahasiswa tinggal di asrama dan mendapatkan pembinaan secara intensif.

Hamid mengatakan, "Kita tetap mempertahankan sistem pondok, mahasiswa semuanya tinggal di dalam asrama dan dibina secara intensif oleh para dosen."

Menurutnya, sistem pendidikan di UNIDA tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui organisasi, hafalan Al Quran, kegiatan keagamaan, kepemimpinan, dan aktivitas sosial.

Ia mengungkapkan, "Keteladanan intelektual saja tidak cukup untuk hidup di masyarakat. Kami menggunakan kampus sebagai media belajar bagaimana hidup bermasyarakat, berorganisasi, memimpin, dan berkolaborasi."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vietnam Perkuat Wisata Halal, Incar Pasar Muslim Indonesia
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemotor yang Pukul Polisi Usai Ditegur Lawan Arah di Jaktim Minta Maaf
• 22 jam laludetik.com
thumb
Presiden Prabowo: Indonesia Target Produksi Bensin dari Tanaman dalam 3-4 Tahun
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Bos Honda Team Asia Tetap Puji Veda Ega Pratama meski Gagal Podium di Moto3 GP Jerman 2026
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Perkuat Layanan Wealth Management, Bank INA (BINA) Jalin Kerja Sama dengan Setiabudi IM
• 51 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.