Moskow (ANTARA) - Sebanyak empat orang tewas akibat serangan bersenjata dari Ukraina kepada sejumlah fasilitas di Energodar.
"Hanya dua hari usai pertemuan bersama Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), kami mengalami hari paling berdarah di Energodar. Dan ini bukanlah pidato seorang tokoh, namun sebuah fakta," tegas Direktur Jenderal Perusahaan Rosatom Rusia, Alexey Likhachev, dalam siaran pers Rosatom pada Minggu.
Menurut dia, sebanyak empat orang tewas termasuk dua wanita dan dua pria, serta empat lainnya mengalami luka, dengan salah satu mengalami cedera parah.
Kejadian rutin pembunuhan-pembunuhan itu selalu menjadi hal yang mencengangkan, ujar Likhachev.
Dia mengonfirmasi bahwa halte bus telah diserang pada pagi hari, kemudian di siang harinya tiga orang tewas akibat pesawat nirawak (drone) menyerang satu mobil.
"Apa yang terjadi pagi ini menjadi kesempatan baik bagi IAEA untuk bertindak melalui upaya dan tidak hanya berkata-kata. Inilah komitmen terhadap perjanjian yang dicapai hanya dia hari yang lalu untuk meningkatkan informasi kepada masyarakat internasional mengenai segala risiko, kejadian, dan ancaman yang muncul di wilayah Energodar," kata Likhachev.
Sejak dimulainya serangan berskala besar dari Ukraina pada 27 April 2026, menurut Likhachev, sebanyak 11 warga sipil telah tewas di Energodar.
Sumber : Sputnik
Baca juga: Rusia larang total ekspor solar di tengah serangan Ukraina
Baca juga: Rusia: "Drone" Ukraina hantam pangkalan minyak di St. Petersburg
Baca juga: Kemenlu Rusia: Hampir 8.500 warga sipil tewas akibat serangan Ukraina sejak Februari 2022
"Hanya dua hari usai pertemuan bersama Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), kami mengalami hari paling berdarah di Energodar. Dan ini bukanlah pidato seorang tokoh, namun sebuah fakta," tegas Direktur Jenderal Perusahaan Rosatom Rusia, Alexey Likhachev, dalam siaran pers Rosatom pada Minggu.
Menurut dia, sebanyak empat orang tewas termasuk dua wanita dan dua pria, serta empat lainnya mengalami luka, dengan salah satu mengalami cedera parah.
Kejadian rutin pembunuhan-pembunuhan itu selalu menjadi hal yang mencengangkan, ujar Likhachev.
Dia mengonfirmasi bahwa halte bus telah diserang pada pagi hari, kemudian di siang harinya tiga orang tewas akibat pesawat nirawak (drone) menyerang satu mobil.
"Apa yang terjadi pagi ini menjadi kesempatan baik bagi IAEA untuk bertindak melalui upaya dan tidak hanya berkata-kata. Inilah komitmen terhadap perjanjian yang dicapai hanya dia hari yang lalu untuk meningkatkan informasi kepada masyarakat internasional mengenai segala risiko, kejadian, dan ancaman yang muncul di wilayah Energodar," kata Likhachev.
Sejak dimulainya serangan berskala besar dari Ukraina pada 27 April 2026, menurut Likhachev, sebanyak 11 warga sipil telah tewas di Energodar.
Sumber : Sputnik
Baca juga: Rusia larang total ekspor solar di tengah serangan Ukraina
Baca juga: Rusia: "Drone" Ukraina hantam pangkalan minyak di St. Petersburg
Baca juga: Kemenlu Rusia: Hampir 8.500 warga sipil tewas akibat serangan Ukraina sejak Februari 2022





