VIVA – Penggemar dunia hiburan Tanah Air dikejutkan dengan kabar duka meninggalnya komedian senior Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon pada Minggu pagi, 12 Juli 2026. Kepergian sosok yang dikenal lewat aksi komedinya itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya.
Di tengah kabar duka tersebut, perhatian publik juga tertuju pada sosok Mae, istri yang setia mendampingi Temon hingga detik-detik terakhir sebelum sang komedian mengembuskan napas terakhir.
Semasa hidupnya, Temon juga dikenal memiliki perjalanan rumah tangga yang cukup menarik perhatian publik. Komedian tersebut diketahui pernah memiliki enam istri sepanjang hidupnya. Namun, pada momen terakhir sebelum wafat, sosok yang berada di sisi Temon adalah Mae, perempuan yang mendampinginya saat menjalani penanganan medis hingga akhir hayat.
Mae membagikan kisah pilu mengenai saat-saat terakhir sang suami ketika ditemui di rumah duka yang berada di Gedung Serbaguna 1 GPIB Effatha Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia mengungkapkan bahwa Temon sempat menggenggam tangannya dengan sangat erat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Sudah saya tungguin, saya melihat monitor aja kan, dari darah, detak-detak jantung gitu. Tapi enggak lama, ya sudah, diambil," kata Mae, mengutip tayangan YouTube, Senin 13 Juli 2026.
Ia mengaku baru memahami makna momen tersebut setelah semuanya berlalu. Menurut Mae, genggaman tangan Temon yang begitu kuat menjadi kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan.
"Tangan saya dia kencang gitu lah narik, karena dia juga ditarik ternyata. Diambil. Di situ saya enggak tahu ya, maksudnya pas sekarang saya pikir ternyata memang di situ dia udah diambil semuanya," ujarnya.
Mae kemudian menceritakan bahwa sebelum dibawa ke rumah sakit, Temon sempat mengeluhkan rasa nyeri di bagian dada pada Minggu pagi. Selama ini, sang komedian disebut hampir tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya. Karena itu, ketika Temon mengaku merasakan sakit, Mae langsung menyadari bahwa kondisi tersebut bukanlah keluhan biasa.
"Dia enggak pernah ngeluh. Jadi kalau buat saya, dia ngeluh sakit itu sesuatu yang udah dia enggak bisa tahan," kata Mae.





