Riyadh: Arab Saudi menyampaikan kecaman keras pada Minggu, 12 Juli 2026, atas serangan yang terus dilakukan Iran terhadap sejumlah negara Teluk, Yordania, serta kapal-kapal komersial di kawasan.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan penolakan penuh terhadap pelanggaran kedaulatan negara-negara di kawasan dan ancaman yang terus ditimbulkan terhadap keamanan serta stabilitas regional.
"Kami kembali menegaskan kecaman dan penolakan keras terhadap tindakan Iran yang terus merusak keamanan dan stabilitas kawasan," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang dikutip Gulf Times.
Riyadh menilai tindakan Teheran bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Piagam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta prinsip hubungan bertetangga yang baik.
Arab Saudi secara khusus menyoroti serangan berulang terhadap kapal-kapal komersial yang dinilai mengancam keamanan dan kebebasan navigasi internasional di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Selain itu, Riyadh juga mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan Iran terhadap Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, dan Yordania.
Menurut pemerintah Saudi, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara sahabat sekaligus ancaman serius terhadap keamanan kawasan.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kembali menegaskan penolakan kategoris terhadap setiap bentuk pelanggaran kedaulatan negara dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai.
Pernyataan Riyadh disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa hari terakhir meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk.
Sebelumnya, Iran mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di negara-negara kawasan sebagai respons atas serangan Washington terhadap target-target di wilayah Iran.
Konflik tersebut juga memicu gangguan terhadap lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
Baca juga: Qatar Hentikan Sementara Semua Aktivitas Maritim di Tengah Eskalasi AS-Iran




