Kudus (ANTARA) - Gelar juara kategori U15 putri dalam Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian membangun pembinaan sejak usia dini mampu berbuah prestasi.
Di balik keberhasilan Goal Aksis mengangkat trofi di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tersimpan perjalanan panjang sebuah klub yang pernah berjuang di tengah berbagai keterbatasan.
Sejak awal, Goal Aksis tidak dibangun dengan dukungan finansial yang besar. Klub ini justru lahir dari semangat membuka kesempatan bagi anak-anak berbakat yang terkendala kondisi ekonomi agar tetap dapat mengembangkan kemampuan sepak bola tanpa terbebani biaya latihan.
Filosofi itu menjadi fondasi yang terus dipertahankan hingga kini.
Di tengah semakin kompetitifnya pembinaan usia muda, Goal Aksis tetap menempatkan akses terhadap latihan sebagai prioritas utama sehingga para pemain dapat fokus mengasah kemampuan, disiplin, dan karakter di lapangan.
Keberhasilan menjuarai HSL All-Stars 2025/2026 pun menjadi buah dari proses pembinaan yang berlangsung bertahun-tahun. Prestasi itu mempertegas bahwa pembinaan berkelanjutan dapat melahirkan tim kompetitif meski berangkat dari keterbatasan.
Baca juga: Goal Aksis juara HSL All-Stars
Gratiskan biaya latihan
Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan, mengatakan klub didirikan dengan misi sosial untuk membuka jalan bagi anak-anak berbakat yang tidak memiliki kemampuan finansial mengikuti sekolah sepak bola (SSB).
"Mereka punya bakat, tetapi tidak memiliki biaya sekaligus tempat untuk menyalurkan kemampuan, karena itu manajemen menggratiskan biaya bulanan untuk berlatih," kata dia mengenang perjuangan tim.
Kebijakan tersebut telah diterapkan sejak klub berdiri pada 2013 dan terus dipertahankan hingga sekarang.
Keputusan menggratiskan bukan hanya untuk menjalankan program pembinaan, melainkan juga bentuk komitmen moral pengelola klub untuk menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap anak.
Bagi dia, kesempatan berlatih secara gratis mampu membangun motivasi para pemain untuk bekerja lebih keras.
Anak-anak menyadari bahwa kesempatan yang diberikan merupakan modal berharga, sehingga mereka berusaha membalas kepercayaan tersebut melalui penampilan terbaik setiap menjalani latihan maupun pertandingan.
Pelatih itu mengaku selalu mengingatkan para pemain agar memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan dengan sungguh-sungguh. Sebab, kerja keras, disiplin, dan keseriusan merupakan cara terbaik untuk mengejar mimpi menjadi pesepak bola.
Semangat tersebut kini terlihat dalam setiap sesi latihan. Para pemain datang dengan tujuan yang jelas, memiliki motivasi untuk berkembang, sekaligus berharap dapat menembus level yang lebih tinggi melalui berbagai kompetisi usia muda.
Perkembangan ekosistem sepak bola putri nasional juga ikut memperbesar motivasi para atlet muda Goal Aksis.
Kehadiran turnamen seperti MilkLife Soccer Challenge, Hydroplus Soccer League, hingga rencana penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 memberikan jalur kompetisi yang semakin jelas bagi para pemain binaan.
Saat ini Goal Aksis memiliki para pemain kelompok usia yang hampir lengkap, mulai U10, U12, U14, U16, U17, U18, U20 hingga tim senior.
Jenjang pembinaan tersebut memungkinkan proses pengembangan pemain berlangsung berkesinambungan sehingga talenta muda dapat terus berkembang sesuai tahapan usia.
Melalui struktur pembinaan yang lebih lengkap, klub memiliki kesempatan lebih besar menjaga regenerasi sekaligus menyiapkan pemain menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Baca juga: Solo bakal jadi regional baru HSL 2026/2027
Baca juga: HSL All-Stars jadi panggung seleksi pemain Timnas Putri U-16
Awal tertatih-tatih
Di balik pencapaian terkini, perjalanan Goal Aksis tidak selalu berjalan mulus.
Klub yang berdiri pada 2013 tersebut awalnya hanya mengembangkan cabang olahraga futsal putra. Namun dalam perjalanan, yaitu saat 2017, sepak bola putri juga menjadi fokus pengembangan.
Pada masa awal berdiri, sumber pembiayaan klub hampir sepenuhnya berasal dari owner. Kondisi tersebut membuat pengelola harus mengatur operasional secara hati-hati, agar program pembinaan tetap berjalan tanpa mengorbankan komitmen menggratiskan biaya latihan.
Pelatih Kepala Goal Aksis Budi Sufarlan (kiri) didampingi Bilqis Fatimah Az Zahra, menjawab pertanyaan wartawan di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026). ANTARA/Donny Aditra
Keterbatasan anggaran juga berdampak terhadap sarana latihan. Mereka pernah menjalani latihan di lapangan yang kondisinya tidak layak untuk menunjang pembinaan atlet secara optimal.
Namun, situasi perlahan berubah seiring konsistensi klub membina pemain. Prestasi yang mulai bermunculan menarik perhatian sejumlah sponsor untuk memberikan dukungan.
Meski kerja sama tersebut belum selalu berlangsung dalam jangka panjang, kehadiran sponsor menjadi tambahan energi bagi klub untuk terus berkembang.
"Belakangan mulai ada sponsor yang membantu sehingga menjadi penyemangat, makanya kami mulai bangkit dari keterpurukan dan prestasi juga ikut meningkat," ujar dia.
Menurut Budi, dukungan sponsor tidak hanya membantu kebutuhan operasional klub, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri seluruh elemen tim bahwa kerja keras mereka mulai mendapatkan apresiasi.
Semangat itu ikut dirasakan para pemain. Mereka memahami bahwa prestasi yang diraih di lapangan dapat membuka peluang datangnya dukungan baru, sehingga setiap pertandingan dijalani dengan tekad memberikan performa terbaik.
Kini Goal Aksis telah memiliki beberapa lokasi latihan yang lebih representatif, yakni Stadion UPI, Lapangan KPAD, dan Lapangan Krida Wiradhika Secapa AD di Kota Bandung.
Fasilitas tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pembinaan sekaligus meningkatkan kenyamanan para atlet saat berlatih.
Dia juga mengaku kebutuhan sebagai pelatih telah terpenuhi dengan baik, sehingga dirinya dapat lebih fokus mendampingi perkembangan pemain tanpa harus terbebani persoalan operasional sehari-hari.
Keberhasilan menjuarai Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi bukti bahwa proses panjang yang dijalani Goal Aksis mulai membuahkan hasil. Gelar tersebut bukan sekadar menambah koleksi prestasi, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan model pembinaan yang menempatkan kesempatan, pendidikan karakter, dan konsistensi sebagai fondasi utama.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap sepak bola putri di Indonesia, Goal Aksis membuktikan bahwa klub dengan sumber daya terbatas tetap mampu bersaing. Dengan arah pembinaan yang jelas, pelatih yang konsisten, serta dukungan lingkungan yang terus berkembang, prestasi bukanlah sesuatu yang mustahil untuk segera diraih.
Perjalanan Goal Aksis dari klub yang pernah tertatih-tatih hingga meraih gelar juara menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas mewah atau anggaran besar.
Budi Sufarlan, sang pelatih, meyakini bahwa visi yang kuat, komitmen terhadap pembinaan usia muda, serta keberanian membuka akses bagi anak-anak berbakat telah mengubah berbagai keterbatasan menjadi modal untuk terus berkembang.
Gelar juara tersebut menjadi babak baru bagi Goal Aksis. Ia optimistis klub akan terus melahirkan pemain-pemain potensial yang mampu menembus level profesional dan pada akhirnya memperkuat tim nasional Indonesia di masa depan.
Baca juga: Pelatih Cipta Cendikia: Disiplin jadi kunci untuk juara HSL All-Stars
Baca juga: PSSI pantau talenta pesepak bola putri dari HSL 2026
Di balik keberhasilan Goal Aksis mengangkat trofi di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tersimpan perjalanan panjang sebuah klub yang pernah berjuang di tengah berbagai keterbatasan.
Sejak awal, Goal Aksis tidak dibangun dengan dukungan finansial yang besar. Klub ini justru lahir dari semangat membuka kesempatan bagi anak-anak berbakat yang terkendala kondisi ekonomi agar tetap dapat mengembangkan kemampuan sepak bola tanpa terbebani biaya latihan.
Filosofi itu menjadi fondasi yang terus dipertahankan hingga kini.
Di tengah semakin kompetitifnya pembinaan usia muda, Goal Aksis tetap menempatkan akses terhadap latihan sebagai prioritas utama sehingga para pemain dapat fokus mengasah kemampuan, disiplin, dan karakter di lapangan.
Keberhasilan menjuarai HSL All-Stars 2025/2026 pun menjadi buah dari proses pembinaan yang berlangsung bertahun-tahun. Prestasi itu mempertegas bahwa pembinaan berkelanjutan dapat melahirkan tim kompetitif meski berangkat dari keterbatasan.
Baca juga: Goal Aksis juara HSL All-Stars
Gratiskan biaya latihan
Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan, mengatakan klub didirikan dengan misi sosial untuk membuka jalan bagi anak-anak berbakat yang tidak memiliki kemampuan finansial mengikuti sekolah sepak bola (SSB).
"Mereka punya bakat, tetapi tidak memiliki biaya sekaligus tempat untuk menyalurkan kemampuan, karena itu manajemen menggratiskan biaya bulanan untuk berlatih," kata dia mengenang perjuangan tim.
Kebijakan tersebut telah diterapkan sejak klub berdiri pada 2013 dan terus dipertahankan hingga sekarang.
Keputusan menggratiskan bukan hanya untuk menjalankan program pembinaan, melainkan juga bentuk komitmen moral pengelola klub untuk menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap anak.
Bagi dia, kesempatan berlatih secara gratis mampu membangun motivasi para pemain untuk bekerja lebih keras.
Anak-anak menyadari bahwa kesempatan yang diberikan merupakan modal berharga, sehingga mereka berusaha membalas kepercayaan tersebut melalui penampilan terbaik setiap menjalani latihan maupun pertandingan.
Pelatih itu mengaku selalu mengingatkan para pemain agar memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan dengan sungguh-sungguh. Sebab, kerja keras, disiplin, dan keseriusan merupakan cara terbaik untuk mengejar mimpi menjadi pesepak bola.
Semangat tersebut kini terlihat dalam setiap sesi latihan. Para pemain datang dengan tujuan yang jelas, memiliki motivasi untuk berkembang, sekaligus berharap dapat menembus level yang lebih tinggi melalui berbagai kompetisi usia muda.
Perkembangan ekosistem sepak bola putri nasional juga ikut memperbesar motivasi para atlet muda Goal Aksis.
Kehadiran turnamen seperti MilkLife Soccer Challenge, Hydroplus Soccer League, hingga rencana penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 memberikan jalur kompetisi yang semakin jelas bagi para pemain binaan.
Saat ini Goal Aksis memiliki para pemain kelompok usia yang hampir lengkap, mulai U10, U12, U14, U16, U17, U18, U20 hingga tim senior.
Jenjang pembinaan tersebut memungkinkan proses pengembangan pemain berlangsung berkesinambungan sehingga talenta muda dapat terus berkembang sesuai tahapan usia.
Melalui struktur pembinaan yang lebih lengkap, klub memiliki kesempatan lebih besar menjaga regenerasi sekaligus menyiapkan pemain menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Baca juga: Solo bakal jadi regional baru HSL 2026/2027
Baca juga: HSL All-Stars jadi panggung seleksi pemain Timnas Putri U-16
Awal tertatih-tatih
Di balik pencapaian terkini, perjalanan Goal Aksis tidak selalu berjalan mulus.
Klub yang berdiri pada 2013 tersebut awalnya hanya mengembangkan cabang olahraga futsal putra. Namun dalam perjalanan, yaitu saat 2017, sepak bola putri juga menjadi fokus pengembangan.
Pada masa awal berdiri, sumber pembiayaan klub hampir sepenuhnya berasal dari owner. Kondisi tersebut membuat pengelola harus mengatur operasional secara hati-hati, agar program pembinaan tetap berjalan tanpa mengorbankan komitmen menggratiskan biaya latihan.
Pelatih Kepala Goal Aksis Budi Sufarlan (kiri) didampingi Bilqis Fatimah Az Zahra, menjawab pertanyaan wartawan di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026). ANTARA/Donny Aditra
Keterbatasan anggaran juga berdampak terhadap sarana latihan. Mereka pernah menjalani latihan di lapangan yang kondisinya tidak layak untuk menunjang pembinaan atlet secara optimal.
Namun, situasi perlahan berubah seiring konsistensi klub membina pemain. Prestasi yang mulai bermunculan menarik perhatian sejumlah sponsor untuk memberikan dukungan.
Meski kerja sama tersebut belum selalu berlangsung dalam jangka panjang, kehadiran sponsor menjadi tambahan energi bagi klub untuk terus berkembang.
"Belakangan mulai ada sponsor yang membantu sehingga menjadi penyemangat, makanya kami mulai bangkit dari keterpurukan dan prestasi juga ikut meningkat," ujar dia.
Menurut Budi, dukungan sponsor tidak hanya membantu kebutuhan operasional klub, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri seluruh elemen tim bahwa kerja keras mereka mulai mendapatkan apresiasi.
Semangat itu ikut dirasakan para pemain. Mereka memahami bahwa prestasi yang diraih di lapangan dapat membuka peluang datangnya dukungan baru, sehingga setiap pertandingan dijalani dengan tekad memberikan performa terbaik.
Kini Goal Aksis telah memiliki beberapa lokasi latihan yang lebih representatif, yakni Stadion UPI, Lapangan KPAD, dan Lapangan Krida Wiradhika Secapa AD di Kota Bandung.
Fasilitas tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pembinaan sekaligus meningkatkan kenyamanan para atlet saat berlatih.
Dia juga mengaku kebutuhan sebagai pelatih telah terpenuhi dengan baik, sehingga dirinya dapat lebih fokus mendampingi perkembangan pemain tanpa harus terbebani persoalan operasional sehari-hari.
Keberhasilan menjuarai Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi bukti bahwa proses panjang yang dijalani Goal Aksis mulai membuahkan hasil. Gelar tersebut bukan sekadar menambah koleksi prestasi, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan model pembinaan yang menempatkan kesempatan, pendidikan karakter, dan konsistensi sebagai fondasi utama.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap sepak bola putri di Indonesia, Goal Aksis membuktikan bahwa klub dengan sumber daya terbatas tetap mampu bersaing. Dengan arah pembinaan yang jelas, pelatih yang konsisten, serta dukungan lingkungan yang terus berkembang, prestasi bukanlah sesuatu yang mustahil untuk segera diraih.
Perjalanan Goal Aksis dari klub yang pernah tertatih-tatih hingga meraih gelar juara menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas mewah atau anggaran besar.
Budi Sufarlan, sang pelatih, meyakini bahwa visi yang kuat, komitmen terhadap pembinaan usia muda, serta keberanian membuka akses bagi anak-anak berbakat telah mengubah berbagai keterbatasan menjadi modal untuk terus berkembang.
Gelar juara tersebut menjadi babak baru bagi Goal Aksis. Ia optimistis klub akan terus melahirkan pemain-pemain potensial yang mampu menembus level profesional dan pada akhirnya memperkuat tim nasional Indonesia di masa depan.
Baca juga: Pelatih Cipta Cendikia: Disiplin jadi kunci untuk juara HSL All-Stars
Baca juga: PSSI pantau talenta pesepak bola putri dari HSL 2026





