Jakarta, VIVA – Persaingan merek otomotif asal China, koleksi mobil para pesepak bola dunia, hingga penjualan bus premium menjadi perhatian pembaca VIVA Otomotif. Tiga berita berikut berhasil menjadi artikel yang paling banyak dibaca. Berikut tiga artikel terpopuler VIVA Otomotif:
1. Persaingan Mobil China Juni 2026: BYD Bertahan, Geely Terus Menanjak
- VIVA/Yunisa Herawati
Persaingan merek mobil asal China di Indonesia semakin sengit sepanjang Juni 2026. BYD masih mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama, sementara Geely terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif berkat penambahan lini produk dan meningkatnya minat konsumen.
Perubahan peta persaingan tersebut menunjukkan pasar otomotif nasional semakin kompetitif, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi. Kehadiran merek-merek baru membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan dengan teknologi dan harga yang semakin bersaing. Baca selengkapnya.
2. Deretan Mobil Mewah Erling Haaland, Ada Hypercar Rp67 Miliar
- IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro
Kesuksesan Erling Haaland di dunia sepak bola turut tercermin dari koleksi kendaraan yang dimilikinya. Striker asal Norwegia tersebut diketahui memiliki sejumlah mobil mewah dari berbagai merek premium, termasuk hypercar yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Deretan kendaraan di garasi Haaland didominasi mobil berperforma tinggi yang diproduksi dalam jumlah terbatas. Koleksi tersebut semakin menegaskan reputasinya sebagai salah satu pesepak bola yang memiliki ketertarikan besar terhadap dunia otomotif. Baca selengkapnya.
3. Penjualan Bus Mercedes-Benz vs Scania, Mana yang Lebih Laku?
- Yunisa Herawati
- Viva.co.id/ Pius Mali
Persaingan di segmen bus premium Indonesia tidak hanya melibatkan produsen Jepang, tetapi juga merek-merek asal Eropa. Mercedes-Benz dan Scania menjadi dua nama yang kerap dipilih perusahaan otobus karena menawarkan teknologi, kenyamanan, dan efisiensi operasional yang berbeda.
Meski sama-sama memiliki basis penggemar yang kuat, performa penjualan kedua merek tersebut menunjukkan dinamika yang menarik. Faktor jaringan layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, serta kebutuhan operator menjadi penentu dalam persaingan di pasar bus nasional. Baca selengkapnya.





