Sebuah pabrik sepatu di Kota Jinjiang, Quanzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok dilanda kebakaran hebat dalam beberapa hari terakhir. Api dengan cepat melalap seluruh gedung dan menyebabkan banyak pekerja terjebak di dalam. Di tengah situasi darurat, seorang penggemar panjat tebing yang kebetulan melintas memanjat dinding luar bangunan dengan tangan kosong dan berhasil menyelamatkan tiga orang yang terjebak.
EtIndonesia.com Pada sekitar pukul 12.00 siang, 9 Juli, kebakaran terjadi di fasilitas produksi Huiteng Footwear Co., Ltd. Karena di dalam pabrik terdapat banyak bahan baku sepatu yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar. Kobaran api terlihat menyembur keluar dari jendela lantai lima dan enam, sementara asap hitam tebal membumbung tinggi dan menyelimuti seluruh bangunan.
Video yang beredar memperlihatkan banyak pekerja terjebak di dalam gedung maupun di jalur evakuasi. Puluhan orang terpaksa naik ke atap untuk menyelamatkan diri.
Sebagian pekerja dilaporkan terhalang oleh teralis besi di jendela sehingga tidak dapat keluar. Ada pula yang bergelantungan di tepi atap sebelum akhirnya terjatuh. Rekaman video menunjukkan situasi yang sangat mencekam.
Meskipun petugas pemadam kebakaran berada di lokasi, menurut laporan tersebut tidak terlihat penggunaan bantalan udara penyelamat untuk evakuasi dari ketinggian.
消防员投稿:
罗老师你好,这次火灾遇难人数超过200多人,大致如下:
当时我们晚上一楼搜到六楼,也搜出来130多具了,还没搜完,搜完的话应该还有。… https://t.co/Io6KUdg40W pic.twitter.com/5cADaVJs6R
Di tengah keadaan darurat itu, seorang pendaki tebing bermarga Wang bersama temannya kebetulan melintas di lokasi.
Mereka menggunakan teralis baja anti maling di bagian luar bangunan sebagai pijakan untuk memanjat dinding.
Saat itu, sepasang suami istri terjebak di sebuah kamar di lantai tiga. Koridor dipenuhi asap tebal sehingga mereka tidak dapat keluar.
Wang kemudian menarik dan membuka teralis jendela dari luar dengan sekuat tenaga sehingga tercipta jalur bagi pasangan tersebut untuk menyelamatkan diri.
Setelah itu, Wang mengambil tali panjat profesional dari mobilnya, naik ke atap gedung, lalu menurunkan tali hingga ke jendela lantai lima dan berhasil membantu seorang perempuan muda keluar dengan selamat.
Dugaan titik awal kebakaranMenurut pemilik sebuah restoran hot pot di dekat lokasi yang mengutip kesaksian para pekerja yang berhasil selamat, api diduga berasal dari bengkel pemotongan bahan di lantai satu.
Karena proses produksi sepatu melibatkan banyak bahan yang mudah terbakar, seperti area jahit dan pembentukan sepatu, api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Saksi mata mengaku melihat korban di atapSeorang saksi yang berada sekitar 500 meter dari lokasi mengatakan kepada Epoch Times bahwa ia menyaksikan sendiri kepanikan orang-orang yang berlindung di atap gedung.
Menurutnya, api menjalar dari lantai satu hingga lantai enam. Ia mengklaim bahwa jenazah orang-orang yang berlindung di sekitar menara air di atap baru mulai dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 18.00, dan menyebut pemandangan di lokasi sangat memilukan.
Korban dan penyelidikanMenurut keterangan resmi yang dikutip dalam artikel, saat kebakaran terjadi terdapat 237 karyawan dan 2 orang tamu di lokasi.
Sebanyak 213 orang berhasil dievakuasi, sementara 28 orang dilaporkan meninggal dunia.
Namun, artikel tersebut juga menyebut bahwa beberapa saksi mata mempertanyakan angka korban resmi. Mereka berpendapat bahwa kebakaran sangat besar, asap beracun memenuhi bangunan, dan insiden terjadi saat jam makan siang sehingga banyak pekerja terjebak di jalur evakuasi.
Berdasarkan informasi publik, Huiteng Footwear Co., Ltd. didirikan pada tahun 2015 dan bergerak di bidang produksi produk kulit serta alas kaki, dengan modal terdaftar sebesar 10 juta yuan.
Setelah kejadian, menurut laporan tersebut, penanggung jawab perusahaan dan pihak-pihak terkait telah diamankan oleh polisi untuk diperiksa, sementara rekening perusahaan telah dibekukan.
Dilaporkan oleh Li Yun/Disunting oleh Xia He





