TEL AVIV, KOMPAS.TV - Israel mengumumkan akan mengadakan pemilihan umum atau Pemilu pada 27 November 2026.
Hal tersebut diungkapkan oleh parlemen Israel atau Knesset pada Minggu (12/7/2026).
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pun mengungkapkan keinginannya untuk berkuasa lagi.
Baca Juga: AS Serang Iran Lagi, Diperintah Langsung Presiden Donald Trump
Pemilu tersebut dipandang sebagai referendum kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu sejak perang di Gaza meletus.
Knesset akan mengakhiri masa jabatannya saat ini pada 17 Juli mendatang.
Hal itu akan memungkinkan koalisi yang berkuasa untuk menyelesaikan masa jabatan penuh empat tahun untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
“Karena Knesset saat ini diharapkan menyelesaikan masa jabatannya penuh dan pemilihan umum berikutnya telah ditetapkan oleh hukum pada 27 Oktober, tanpa niat untuk mempersingkat masa jabatan lembaga legislatif, tidak perlu memberlakukan Undang-Undang Pembubaran Knesset dalam arti biasa,” bunyi pernyataan Knesset dikutip dari France24
Netanyahu telah menyatakan niatnya memenangkan pemilihan. Ia menyebutnya menyiapkan panggung untuk apa yang bisa menjadi kontes penentu dalam kehidupan politiknya.
Dalam beberapa hari terakhir, Pemerintahan Netanyahu, yang disebut koalisi sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah Israel telah berupaya memperkuat aliansinya untuk memasuki pemilu dari posisi kuat.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : France24
- israel
- pemilu
- knesset
- benjamin netanyahu
- netanyahu berkuasa lagi





