PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) siap bertransformasi di bawah kendali pemegang saham baru, PT PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group.
IDXChannel - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) siap bertransformasi di bawah kendali pemegang saham baru, PT PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group. Setelah mengeksekusi aksi korporasi tahap awal, emiten yang bergerak di bidang penyedia solusi geospasial itu merambah ke industri mekanikal yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang solid.
Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Dionysius Tjokro menegaskan komitmen perseroan untuk melanjutkan transformasi pasca-akuisisi. Perseroan siap melaksanakan beberapa aksi korporasi lanjutan sebagai bagian dari ekspansi yang didukung melalui ekuitas dan instrumen utang.
"Langkah ini diambil demi meningkatkan nilai tambah (value added) bagi perseroan. Mengingat rekam jejak kuat Tjokro Group, GPSO akan bertransformasi masuk ke industri baru yang sangat strategis, yaitu bidang komponen mekanikal dan permesinan (machining)," katanya dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Senin (13/7/2026).
Dion mengatakan, langkah kolaborasi antara Tjokro Group dan GPSO dirancang untuk memenangkan persaingan di pasar domestik maupun global, sekaligus mengamankan logistik dan rantai pasok (supply chain) di industri solusi mekanikal komponen terpadu dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream).
"Lewat sinergi ini, GPSO bersama Tjokro Group membidik pangsa pasar baru yang lebih luas. Saat ini, seluruh rencana aksi korporasi tersebut sedang dalam tahap kajian mendalam (due diligence) dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan usaha (going concern) serta kepatuhan penuh terhadap regulasi pasar modal yang berlaku," katanya.
Sejalan dengan perubahan arah bisnis, GPSO sebelumnya menargetkan pendapatan sebesar Rp92,47 miliar, atau meningkat sekitar 1.584 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 sebesar Rp5,49 miliar. Dengan target tersebut, perseroan menargetkan laba bersih Rp10,36 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp3,18 miliar pada tahun 2025, mencerminkan upaya GPSO dalam memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan kontribusi dari lini usaha utama.
Pada perdagangan saat ini, saham GPSO bertengger di level Rp284 per saham. Harga ini terhitung atraktif mengingat komitmen investasi dari Tjokro Group yang telah menyuntikkan dana segar melalui aksi private placement senilai Rp28,46 miliar dengan harga pelaksanaan jauh di atas harga pasar saat ini, yakni sebesar Rp427 per saham.
Sementara itu, menilik Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per Juni 2026, jumlah pemegang saham GPSO tercatat naik tipis sebanyak 43 investor menjadi 4.470 investor, dibandingkan bulan Mei 2026 yang sebesar 4.427 investor. Kenaikan retail ini mencerminkan basis investor yang semakin solid dan minat publik yang terjaga.
Selain itu, GPSO juga menepis kekhawatiran pasar terkait pemenuhan regulasi bursa. Saham ini dipastikan tidak masuk dalam radar notifikasi khusus terkait high shareholding concentration (HSC) atau pemenuhan free float. Saat ini, saham publik (free float) GPSO telah mencapai 56,61%, jauh di atas batas minimal regulasi, yang sekaligus menjamin likuiditas perdagangan saham ini di pasar reguler.
Terpisah, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat pergerakan saham GPSO yang saat ini berada di level Rp284, saham ini sedang berada dalam fase konsolidasi sehat pasca-akumulasi. Untuk jangka pendek pelaku pasar bisa mencermati level support di Rp268-Rp276 sedangkan resistance terlihat di area Rp300-Rp316 dengan catatan area support terdekat menjaga tren minor. Jika berhasil menembus Rp300, target berikutnya adalah Rp316.
"Sedangkan untuk jangka menengah level support bisa diperhatikan pada area Rp240-Rp250 dan resistance ada di level Rp360-Rp420 hal ini memperhitungkan support psikologis kuat. Target jangka menengah bergerak menuju harga private placement di area Rp427," ujarnya.
Herditya menilai, secara teknikal, pergerakan GPSO di level Rp284 sangat menarik untuk dicermati. Jarak harga pasar saat ini dengan harga eksekusi private placement pengendali baru (Rp427) mencerminkan adanya diskon yang cukup lebar bagi investor publik. Selama saham ini mampu bertahan di atas area support jangka pendek Rp268, potensi upside menuju level Rp316 hingga Rp360 terbuka cukup lebar seiring dengan realisasi aksi korporasi lanjutan dari Tjokro Group.
(Rahmat Fiansyah)





