Senator AS Meninggal Usai ke Ukraina, Muncul Dugaan Dihabisi Rusia-Iran

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Washington DC -

Seorang senator senior Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Sabtu (11/7) malam waktu AS. Graham yang dikenal sebagai pendukung Israel dan perang Iran ini, meninggal tepat sehari setelah melakukan kunjungan ke Ukraina.

Berbagai spekulasi dan dugaan pun mencuat soal meninggalnya Graham ada kaitannya dengan Rusia dan Iran.

Meskipun kantor resmi Graham, seperti dilansir BBC dan Al Jazeera, Senin (13/7/2026), telah menjelaskan bahwa senator senior AS yang mewakili negara bagian South Carolina itu, meninggal dunia karena "sakit mendadak".

Graham yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Donald Trump ini, sebelumnya sempat menjadi pengkritik vokal Trump sebelum berubah posisi. Dia terpilih menjadi Senator South Carolina sejak tahun 2002 lalu, dan merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Washington DC dalam hal kebijakan luar negeri. Dia kerap mendorong intervensi militer AS di luar negeri.

Trump, dalam pernyataan belasungkawanya, memuji Graham sebagai "patriot Amerika sejati" yang akan "sangat dirindukan". Trump mengatakan kepada NBC News, bahwa dirinya sempat berbicara dengan Graham beberapa jam sebelum dia meninggal, dan menurut Trump, Graham "terdengar baik-baik saja" meski agak lelah.

Baca juga: Senator AS Bilang Mojtaba Khamenei Akan Bernasib Sama Seperti Ayahnya

Juru bicara kantor Graham, dalam sebuah keterangan, menjelaskan bahwa temuan awal dari pemeriksa medis menunjukkan kematian Graham disebabkan oleh pecahnya aorta, yaitu arteri utama pada jantung.

Graham meninggal setelah baru saja kembali dari Kyiv, ibu kota Ukraina, di mana dia bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky pada Jumat (10/7) waktu setempat. Tidak ada masalah kesehatan yang diketahui sebelum perjalanannya ke Kyiv tersebut.

Semasa hidup, Graham dikenal sebagai pendukung gigih untuk bantuan persenjataan AS kepada Ukraina dan sanksi terhadap Rusia. Dalam pernyataan via media sosial X, Zelensky mengatakan bahwa dirinya "sangat berduka" atas wafatnya Senator senior AS tersebut.

Graham juga merupakan pendukung kuat untuk invasi militer AS terhadap Irak dan sejak lama telah mendorong aksi militer AS terhadap Iran. Dia merupakan pendukung kuat Israel dan mendukung sepenuhnya upaya Trump yang terus berlanjut dalam memerangi Teheran.

Bulan lalu, dia mengatakan kepada CBS bahwa AS akan "meluluhlantakkan" Iran jika negara itu tidak tunduk pada kendali AS atas Selat Hormuz. Itu menjadi salah satu wawancara televisi terakhirnya.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan belasungkawa dan memuji Graham sebagai "salah satu sahabat terbesar" Israel.




(nvc/nvc)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Pertama Sekolah: ASN Boleh Antar Anak, MPLS Tanpa Perpeloncoan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Striker Naturalisasi Baru Timnas Indonesia Disumpah WNI Besok Senin, Siapa Dia?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota Komisi III Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung: Agar Tak Ada Gesekan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Ikat Rambut Erling Haaland, Fans Borong Edisi Khusus Piala Dunia
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Beri Jawaban! Polda Metro Tolak Dalil Roy Suryo di Sidang Praperadilan Kedua Kasus Ijazah Jokowi
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.