Liputan6.com, Jakarta - Ancaman bom melalui pesan WhatsApp menghentikan sementara kegiatan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Dilihat Liputan6.com, pesan WhatsApp tersebut dikirim oleh orang tak dikenal sekitar pukul 06.28 WIB.
Advertisement
"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI IN IAKAN MELEDĄK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!!," demikian seperti dikutip.
Pesan ancaman itu dikirim dua kali pada waktu yang sama.
Tak lama kemudian, terduga pengancam juga melakukan panggilan telepon sekitar pukul 06.39 WIB yang diduga tidak diangkat.
Terduga pengancam pun kembali mengirimkan pesan direntan pukul 07.21 WIB sampai 07.51 WIB.
"Kami pantau dari wilayah TKP," demikian pesannya.
"Bersiap siap hituang 10 menit dari belakang," lanjutnya.
"Akan rata semuanya," sambungnya.
"JANGAN COBA COBA ANDA LAPOR POLICE," tulisnya.
"SAYA TAHU DISANA ADA PAK RT UNTUK APA," demikian sedikit pesan yang disampaikan terduga pengancam.
Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pesan tersebut baru diketahui setelah upacara pembukaan MPLS selesai. Saat pesan masuk, para guru masih mengikuti upacara sehingga belum sempat membuka WhatsApp.
"Laporannya setengah delapan, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang, semuanya, camat dan lurah," kata Nurma kepqda wartawan, Selasa (13/6/2026).
Menurut dia, pesan ancaman dikirim secara pribadi kepada guru kelas I dan petugas tata usaha (TU).




