Indonesia Bersiap Bangun Bank Plasma, Ditargetkan Beroperasi pada 2027

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada sistem pengumpulan plasma sebagai fondasi pembangunan ekosistem industri plasma nasional.

Indonesia Bersiap Bangun Bank Plasma, Ditargetkan Beroperasi pada 2027. (Foto: PMI Denpasar)

IDXChannel—Pemerintah Indonesia mulai membangun ekosistem nasional untuk mendukung ketersediaan produk obat derivat plasma (PODP) di dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan sektor kesehatan.

Selain itu, juga untuk memperluas akses masyarakat terhadap obat berbahan plasma darah yang digunakan untuk menangani berbagai kondisi medis. 

Baca Juga:
Kemenkes Nilai Vape Sama Berbahaya dengan Produk Rokok Konvensional

Dalam pembangunan ekosistem ini, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan perusahaan biofarmasi Takeda.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan ekosistem plasma adalah bagian dari komitmen pemerintah. Di mana pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting.

Baca Juga:
Belasan Provinsi Mulai ‘Menua’, Kemenkes Dorong Peningkatan Faskes Ramah Lansia

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif,” ujar Budi Gunadi, dikutip dari siaran pers Takeda, Senin (13/7/2026).

Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada sistem pengumpulan plasma sebagai fondasi pembangunan ekosistem industri plasma nasional. Tahap awal pengembangan akan dilakukan selama dua tahun dengan pembangunan sejumlah bank plasma di Indonesia. 

Baca Juga:
Kemenkes Buat Vaksin DBD Berbasis mRNA, Prototipe Telah Diluncurkan

Hasilnya akan dievaluasi sebelum dikembangkan menjadi jaringan bank plasma nasional. Selain memperkuat pasokan bahan baku obat, pengembangan ekosistem ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium. 

Nantinya pemerintah juga akan mengkaji pembangunan fasilitas manufaktur produk obat derivat plasma di Indonesia. Apabila terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mendukung posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kesehatan global.

Sementara itu, pemerintah juga menyebut permintaan terhadap produk obat derivat plasma terus meningkat di berbagai negara. Namun, banyak negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih kurang ketersediaannya.

Rendahnya angka diagnosis dan terbatasnya pemahaman mengenai penyakit yang memerlukan terapi berbahan plasma juga menjadi salah satu kendala. Sehingga melalui pembangunan ekosistem nasional ini, pemerintah berharap pasokan plasma dan produk obat derivat plasma menjadi lebih andal sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Jansen Manansang, Sosok Pendiri Taman Safari Indonesia
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Nathalie Holscher Emosi Anaknya Ditegur Ibu-ibu di Bali, Sule Gercep Nasihati Adzam Soal Dendam
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Fakta Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jakarta Fair 2026 Catat Rekor, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan 6,1 Juta Pengunjung
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Buka Muswil XIII BKPRMI, Hidayat Nur Wahid Ajak Kampanyekan Jakarta Kota Halal Global
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.