Viral Meteor Hijau di Langit Yogyakarta, Ini Penjelasan BRIN

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi meteor. (Sumber: Envato/Moderngolf_9)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Media sosial Instagram diramaikan sebuah video yang memperlihatkan adanya kilatan cahaya berwarna hijau di langit Yogyakarta. Unggahan  yang diduga meteor yang jatuh dari langit tersebut menarik perhatian warganet.

"Fenomena langka, Meteor berwarna hijau di langit Yogyakarta malam ini (11/7/2026)," demikian unggahan akun Instagram @mer********** pada Minggu (12/7/2026).

Lantas, apa sebenarnya penyebab munculnya meteor hijau tersebut? Mengutip laman resmi BRIN pada Senin (13/7/2026), Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa cahaya hijau yang terlihat di langit Yogyakarta merupakan meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer bumi.

Baca Juga: 5 Fenomena Astronomi pada Juli 2026: Ada Hujan Meteor hingga Buck Moon

Menurut Thomas, meteor tersebut melintasi sebagian wilayah Pulau Jawa sebelum diduga jatuh di kawasan Samudra Hindia.

"Ketika lintasannya berpapasan dengan orbit bumi, batuan tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan permukaannya memanas hingga berpijar sehingga tampak sebagai meteor," ujar Thomas dalam keterangan resmi.

Berdasarkan hasil analisis lintasan, meteor bergerak ke arah tenggara melintasi Pulau Jawa. Saat memasuki lapisan atmosfer yang semakin rapat, meteor tampak semakin terang dan memperlihatkan perubahan warna yang berbeda-beda dari berbagai lokasi pengamatan.

Di wilayah Jawa Barat bagian timur, seperti Cirebon dan Kuningan, sejumlah warga melaporkan mendengar suara dentuman beberapa saat setelah meteor melintas. Thomas menjelaskan bahwa suara tersebut bukan berasal dari ledakan di permukaan bumi, melainkan gelombang kejut (sonic boom) yang muncul karena meteor melaju jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan suara.

"Suara dentuman terjadi karena meteor bergerak jauh lebih cepat daripada kecepatan rambat suara. Gelombang kejut itu baru terdengar beberapa saat setelah meteor melintas karena suara memerlukan waktu untuk mencapai permukaan," ujar Thomas.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian masyarakat adalah warna hijau terang yang dipancarkan meteor ketika melintas di langit Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB. Menurut Thomas Djamaluddin, warna hijau tersebut berasal dari unsur magnesium yang terkandung di dalam batuan antariksa. 

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Meteor
  • Meteor hijau
  • Brin
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Kuat Luka Menalo Terima Pinangan Persib meski Masih Sisa Kontrak di Eropa
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
COVID-19 Kembali Meningkat, Tiongkok, Hong Kong, dan Macau Sama-sama Melaporkan Kasus Kematian
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Mendagri Apresiasi Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas-HKG PKK
• 16 jam laludetik.com
thumb
Jaksa Agung: Penyelidikan yang Baik, Menghasilkan Penuntutan yang Baik
• 6 menit laludetik.com
thumb
Korea Selatan Uji Coba Sekretaris Hukum Berbasis AI untuk Bantu Aparatur Sipil Negara
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.