Kepergian komedian senior Simon Rarameha Ngadang atau yang akrab disapa Temon menyisakan rasa sedih mendalam bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan. Salah satunya komika Mongol.
Mongol menyebut Temon adalah sosok yang sangat rendah hati. Temon bahkan tak canggung untuk belajar hal baru dari Mongol yang lebih junior di dunia stand up.
"Satu hal yang Mongol ingat adalah beliau itu adalah sosok yang tidak merasa diri lebih senior dari yang lain. Beliau adalah sosok yang selalu kayak gini, 'Ngol, kita bagi-bagi ilmu yuk Ngol. Gua mungkin pelawak Ngol, tapi gua bukan stand up comedian. Ini bagaimana penguasaan panggungnya Ngol, gini-gini,'" kata Mongol di rumah duka, Senin (13/7).
Selain rendah hati, menurut Mongol, Temon juga dinilai sebagai sosok yang sangat perhatian terhadap perkembangan karier teman-temannya.
Sosok Temon di Mata MongolMongol ingat betul bagaimana Temon menjadi orang pertama yang memberikan selamat saat dirinya berhasil menembus dunia seni peran.
"Dan di saat gua dapat sinetron pertama, kan beliau yang ucapin selamat. 'Pecah telor ya Ngol.' Jadi beliau adalah sosok abang yang bener-bener abang, mentor, sahabat yang bener-bener tidak merasa dia lebih unggul," tuturnya.
Namun kini, sosok yang disebut sering mengajarinya terkait cara tampil di depan kamera itu telah tiada. Mongol pun berharap segala ilmu yang pernah dibagikan almarhum dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
"Beliau sangat apa ya, tidak merasa bahwa dia senior. Duduk bareng, tepok-tepokan ke sini. Saya yakin dan percaya beliau adalah seorang seniman yang punya hati untuk menghibur orang, pasti tempatnya juga yang layak," ucapnya.
Komedian Temon Templar meninggal dunia pada usia 59 tahun, Minggu (12/7). Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka. Jenazah dimakamkan hari ini di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
Sebelum meninggal, Temon sempat mengeluh sakit hingga dibawa ke RSUD Mampang Prapatan. Namun nyawanya tak bisa diselamatkan.





