Kairo (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir pada Minggu (12/7) mengumumkan penemuan sebuah makam era Firaun di Tepi Barat Luxor, yang ditemukan dalam penggalian arkeologis yang sedang berlangsung.
Menurut pernyataan kementerian tersebut, penemuan itu dilakukan oleh misi arkeologis Belanda yang melakukan penelitian di Nekropolis Thebes.
Sekretaris jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (Supreme Council of Antiquities/SCA) Hisham Elleithy mengatakan bahwa prasasti di makam itu mengidentifikasi pemilik makam sebagai "Paser". Melalui relief dindingnya, usia makam untuk sementara diperkirakan berasal dari era Kerajaan Baru (1550-1069 SM).
Elleithy menyebut bahwa tim arkeologis akan melakukan pendokumentasian dan analisis komprehensif untuk mengidentifikasi mereka yang dimakamkan di situs tersebut dan merekonstruksi sejarah mereka, dengan tujuan menempatkan makam tersebut dalam konteks sejarah dan budaya yang lebih luas.
Kepala Sektor Kepurbakalaan Mesir di SCA Mohamed Abdel-Badie mengatakan tata letak makam tersebut terdiri dari halaman luar, kapel pahatan batu berbentuk T terbalik, dan beberapa ruang pemakaman bawah tanah, yang sesuai dengan gaya makam pribadi pada periode Kerajaan Baru.
Abdel-Badie mengatakan bahwa halaman di kompleks makam tersebut terlestarikan dengan baik. Di halaman itu terdapat sebuah mastaba dari bata lumpur dengan ceruk tengah untuk stela pemakaman dan sebuah tangga yang diapit oleh jalur landai menuju pintu masuk utama makam.
Sebagian dekorasi dinding yang bertuliskan nama Paser tertutup oleh lapisan tipis puing-puing, kata Abdel-Badie. Bagian-bagian yang telah digali mengungkapkan lukisan-lukisan rumit dan berwarna-warni yang menggambarkan sosok mendiang sedang memberi penghormatan kepada para dewa di tempat pemujaan, serta gambaran dirinya dan sang istri di depan meja persembahan tradisional, kata Abdel-Badie.
Menurut pernyataan kementerian tersebut, penemuan itu dilakukan oleh misi arkeologis Belanda yang melakukan penelitian di Nekropolis Thebes.
Sekretaris jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (Supreme Council of Antiquities/SCA) Hisham Elleithy mengatakan bahwa prasasti di makam itu mengidentifikasi pemilik makam sebagai "Paser". Melalui relief dindingnya, usia makam untuk sementara diperkirakan berasal dari era Kerajaan Baru (1550-1069 SM).
Elleithy menyebut bahwa tim arkeologis akan melakukan pendokumentasian dan analisis komprehensif untuk mengidentifikasi mereka yang dimakamkan di situs tersebut dan merekonstruksi sejarah mereka, dengan tujuan menempatkan makam tersebut dalam konteks sejarah dan budaya yang lebih luas.
Kepala Sektor Kepurbakalaan Mesir di SCA Mohamed Abdel-Badie mengatakan tata letak makam tersebut terdiri dari halaman luar, kapel pahatan batu berbentuk T terbalik, dan beberapa ruang pemakaman bawah tanah, yang sesuai dengan gaya makam pribadi pada periode Kerajaan Baru.
Abdel-Badie mengatakan bahwa halaman di kompleks makam tersebut terlestarikan dengan baik. Di halaman itu terdapat sebuah mastaba dari bata lumpur dengan ceruk tengah untuk stela pemakaman dan sebuah tangga yang diapit oleh jalur landai menuju pintu masuk utama makam.
Sebagian dekorasi dinding yang bertuliskan nama Paser tertutup oleh lapisan tipis puing-puing, kata Abdel-Badie. Bagian-bagian yang telah digali mengungkapkan lukisan-lukisan rumit dan berwarna-warni yang menggambarkan sosok mendiang sedang memberi penghormatan kepada para dewa di tempat pemujaan, serta gambaran dirinya dan sang istri di depan meja persembahan tradisional, kata Abdel-Badie.





