Beijing (ANTARA) - Lebih dari 170.000 orang di provinsi Liaoning, timur laut China, telah dievakuasi ke tempat aman hingga Senin karena ancaman banjir di tengah hujan lebat, lapor Radio Nasional China.
Hingga pukul 6:00 pagi, total 171.412 orang dievakuasi di seluruh provinsi, termasuk 156.933 di Fushun, 2.587 di Shenyang, 3.810 di Huludao, dan 3.319 di Chaoyang. Evakuasi juga dilakukan di Anshan, Benxi, Jinzhou, Yingkou, Fuxin, dan Tieling.
Pihak berwenang di beberapa kota memerintahkan taman kanak-kanak dan sekolah untuk menangguhkan kelas pada hari Senin, sedangkan kegiatan bisnis dan pasar juga ditutup sementara.
Biro Meteorologi Provinsi melaporkan bahwa hujan lebat, badai petir, dan angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 7:00 pagi (06:00 WIB) pada 13 Juli hingga pukul 8:00 malam (Pukul 19:00 malam WIB) 14 Juli di kota-kota Shenyang, Anshan, Fushun, Benxi, Jinzhou, Huludao, dan lainnya.
Pihak terkait juga memperingatkan mengenai permukaan air di sungai Liaohe, Horin Gol, dan Taizihe yang telah meningkat secara signifikan.
Selama periode banjir, pengawasan keselamatan telah ditingkatkan di tambang dan fasilitas yang menangani bahan kimia berbahaya, dengan keseluruhan 95 tambang di Fushun menghentikan operasinya.
Sumber: Sputnik
Baca juga: China tingkatkan upaya pengendalian banjir dan penanggulangan bencana saat topan Bavi bergerak masuki daratan
Baca juga: Beijing terapkan status tanggap darurat banjir tertinggi di 9 distrik
Hingga pukul 6:00 pagi, total 171.412 orang dievakuasi di seluruh provinsi, termasuk 156.933 di Fushun, 2.587 di Shenyang, 3.810 di Huludao, dan 3.319 di Chaoyang. Evakuasi juga dilakukan di Anshan, Benxi, Jinzhou, Yingkou, Fuxin, dan Tieling.
Pihak berwenang di beberapa kota memerintahkan taman kanak-kanak dan sekolah untuk menangguhkan kelas pada hari Senin, sedangkan kegiatan bisnis dan pasar juga ditutup sementara.
Biro Meteorologi Provinsi melaporkan bahwa hujan lebat, badai petir, dan angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 7:00 pagi (06:00 WIB) pada 13 Juli hingga pukul 8:00 malam (Pukul 19:00 malam WIB) 14 Juli di kota-kota Shenyang, Anshan, Fushun, Benxi, Jinzhou, Huludao, dan lainnya.
Pihak terkait juga memperingatkan mengenai permukaan air di sungai Liaohe, Horin Gol, dan Taizihe yang telah meningkat secara signifikan.
Selama periode banjir, pengawasan keselamatan telah ditingkatkan di tambang dan fasilitas yang menangani bahan kimia berbahaya, dengan keseluruhan 95 tambang di Fushun menghentikan operasinya.
Sumber: Sputnik
Baca juga: China tingkatkan upaya pengendalian banjir dan penanggulangan bencana saat topan Bavi bergerak masuki daratan
Baca juga: Beijing terapkan status tanggap darurat banjir tertinggi di 9 distrik





