HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Harapan Mauro Zijlstra membela Indonesia di Piala AFF 2026 harus berakhir lebih cepat. Cedera memaksanya meninggalkan pemusatan latihan (TC) saat persiapan memasuki fase penting.
Kepergian sang penyerang tentu bakal mengurangi kekuatan skuad Garuda. Kini, fokus Mauro bukan lagi mengejar tempat di tim utama, melainkan memulihkan cedera.
Timnas Indonesia dipastikan kehilangan satu opsi di lini depan menjelang bergulirnya ASEAN Championship 2026 atau yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF. Striker Persija Jakarta, Mauro Zijlstra, harus mengakhiri lebih cepat keikutsertaannya dalam pemusatan latihan akibat mengalami cedera.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Mauro melalui akun Instagram pribadinya. Penyerang berusia 21 tahun itu mengaku kecewa karena tidak bisa melanjutkan perjuangan bersama rekan-rekannya di pemusatan latihan.
“Sayangnya, karena mengalami cedera, saya harus meninggalkan pemusatan latihan dan fokus pada proses pemulihan di Jakarta,” ujar Mauro.
Mauro mengakui situasi tersebut menjadi momen yang sangat berat dalam perjalanan kariernya. Ia merasa sudah memberikan seluruh kemampuan setiap hari demi memperjuangkan tempat di skuad Garuda.
“Terkadang sepak bola dan kehidupan bisa terasa tidak adil. Saya selalu memberikan 100 persen setiap hari karena saya adalah seseorang yang melakukan segalanya untuk sepak bola. Itulah mengapa sangat berat bagi saya harus meninggalkan teman-teman di tahap ini,” beber Mauro.
Cedera yang dialaminya sekaligus menutup peluang Mauro masuk skuad utama Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026. Meski demikian, ia tetap menyampaikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya agar mampu membawa pulang gelar juara.
“Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk tim di AFF. Teruslah berjuang satu sama lain, dan saya sungguh berharap kalian bisa melangkah hingga akhir dan membawa pulang trofi. Saya akan terus mendukung kalian di setiap langkah,” ungkapnya.
Berdasarkan data Transfermarkt, ini bukan kali pertama Mauro harus meninggalkan pemusatan latihan Timnas Indonesia karena masalah cedera. Sebelumnya, pada 29 Maret 2026, ia juga mengalami situasi serupa.
Ironisnya, cedera tersebut datang hanya beberapa hari setelah Mauro mencatatkan debut yang manis bersama Timnas Indonesia. Ia berhasil mencetak gol saat Garuda mengalahkan Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0 pada 27 Maret 2026.
Akibat cedera itu, Mauro juga tidak dapat tampil saat Indonesia menghadapi Bulgaria pada 30 Maret 2026. Posisinya ketika itu digantikan oleh penyerang muda Jens Raven.
Riwayat cedera Mauro ternyata juga terjadi saat memperkuat Persija Jakarta. Pada awal Maret 2026, ia sempat masuk ruang perawatan setelah mengalami cedera ketika sesi latihan bersama Macan Kemayoran.
Pelatih Persija saat itu, Mauricio Souza, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi menjelang berakhirnya latihan.
“Mauro Zijlstra sayangnya di hari Minggu kita latihan,” kata Mauricio Souza pada 4 Maret 2026.
“Itu sayang sekali, latihan sudah selesai, sudah mau selesai, dia ada shooting ke gawang. Dia shooting terus dia ada cedera di paha bagian depan. Dan dia tidak bisa andil di pertandingan ini lawan Borneo.”
Cedera paha tersebut membuat Mauro harus menepi cukup lama. Ia tercatat absen selama sekitar 60 hari pada paruh pertama musim bersama Persija Jakarta.
Kini, penyerang muda itu kembali dihadapkan pada tantangan serupa. Di saat Timnas Indonesia bersiap menghadapi persaingan sengit di ASEAN Championship 2026, Mauro harus berjuang di ruang pemulihan sambil berharap segera kembali ke lapangan dalam kondisi terbaik. (*)





