REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU – Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura Indramayu, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Ahad (12/7/2026) siang. Dalam peristiwa itu, sepuluh orang meninggal dunia di tempat dan delapan lainnya terluka. Jumlah korban pun terus meningkat.
Kecelakaan maut itu melibatkan tiga kendaraan. Yakni, mobil pikap yang mengangkut belasan orang rombongan pengantin, truk wing box, dan truk los bak.
Baca Juga
Hindari Tabrakan Beruntun, Sopir Bus MGI Bandung Banting Stir Tabrak Pembatas Tol Cipularang
Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, 11 Orang Meninggal Dunia
Kekurangan Air Bersih, Warga Indramayu Terpaksa Gunakan Air Saluran yang Keruh dan Berlumut
Kecelakaan itu bermula ketika mobil pikap Gran Max bernopol E 8559 RB melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Sesampainya di lokasi kejadian, mobil pikap tersebut dilaporkan berhenti di lajur kanan untuk melakukan putar balik di putaran Desa Kiajaran Kulon. Namun dari arah bersamaan, melaju sebuah truk wing box sehingga menabrak bagian mobil pikap. Kerasnya tabrakan itu membuat mobil pikap terdorong ked epan dan masuk ke jalur berlawanan. .rec-desc {padding: 7px !important;} Nahas, dalam waktu bersamaan, di jalur berlawanan itu tengah melaju kendaraan truk los bak. Akibatnya, mobil pikap itu kembali tertabrak kendaraan truk los bak. “Setelah pikap terdorong ke depan, kembali tertabrak oleh truk los bak yang datang dari arah berlawanan,” kata Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat saat dikonfirmasi, Ahad (12/7/2026). Dari jumlah korban meninggal dalam kecelakaan itu, polisi menyebut, tiga orang di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan tujuh orang lainnya meninggal dunia di rumah sakit. “Korban meninggal dunia 10 orang,” ujar dia. Selain menewaskan 10 orang, lanjut Undang, kecelakaan itu juga menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka berat dan kini masih dirawat di rumah sakit. Adapula enam orang lainnya yang mengalami luka ringan. Dengan demikian, jumlah keseluruhan korban dalam kecelakaan maut itu berjumlah 18 orang. Para korban merupakan penumpang dari mobil pikap tersebut. Berikut daftar para korban kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu: 1. Mohamad Iqbal bin Tarkadi (12), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (MD di TKP) 2. Sawen (40), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD di TKP) 3. Ayu Wulandari (32), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD di TKP) 4. Karsinih (60), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD di RS) 5. Sinta (32), IRT, warga Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Indramayu (MD di RS) 6. Sanerah (46), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD di RS) 7. Riyan Toni (6), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (MD di RS) 8. Idah (39), petani, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD di RS) 9. Yunah (49), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD di RS) 10. Atsal Albara (3), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (MD di RS) 11. Warkadi (45), pekerja swasta, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LB) 12. Warkidi (45), pekerja swasta, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LB) 13. Tamara (22), IRT, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (LB) 14. Olivia (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR) 15. Bayu Kelana (8), pelajar, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR) 16. Saba (11), pelajar, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR) 17. Jesika (2), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR) 18. Salma Yanti (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (LR). (n lilis sri handayani)