Mastercard menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri musik lokal di Asia Tenggara melalui Mastercard Artist Accelerator Indonesia bagi musisi berbakat. Program ini tidak hanya menjadi ajang pencarian talenta, tetapi juga bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi para pemegang kartu melalui ekosistem Priceless.
Senior Vice President & Head of Communications Southeast Asia Mastercard, Dheeraj Raina, mengatakan musik dipilih karena menjadi salah satu minat terbesar masyarakat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
"Di Mastercard, kami percaya peran kami adalah membawa para pemegang kartu lebih dekat dengan hal-hal yang mereka sukai, mulai dari kuliner, musik, perjalanan, kesehatan, hingga olahraga. Kami memiliki platform global bernama Priceless, yang berangkat dari keyakinan bahwa pengalaman adalah hal yang paling berharga," ujar Dheeraj dalam acara Press Conferenc Mastercard Artist Accelerator Indonesia di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, selama ini Mastercard telah banyak menghadirkan pengalaman yang melibatkan artis internasional. Namun, perusahaan melihat perlunya memberikan perhatian lebih kepada musisi lokal yang tengah berkembang.
"Selama tiga tahun terakhir kami melihat pertumbuhan yang sangat kuat terhadap konsumsi musik lokal di Asia Tenggara. Pendengar di Indonesia, Thailand, Vietnam, hingga Filipina semakin banyak menikmati karya musisi dari negaranya sendiri. Itu menjadi alasan mengapa kami merasa perlu membangun program yang mendukung talenta lokal," katanya.
Baca Juga: CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Terpilih Dapat Dukungan Dana dan Siap Dorong Aksi Keberlanjutan
Dheeraj menjelaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang berkembang pesat sehingga dinilai memiliki banyak talenta musik yang layak mendapatkan panggung lebih luas.
Untuk tahap awal, Mastercard berencana menyelenggarakan program Mastercard Artist Accelerator setiap tahun. Menurutnya, penyelenggaraan program membutuhkan proses panjang mulai dari proses kurasi hingga pendampingan kepada para peserta sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
"Setidaknya untuk saat ini kami akan menggelarnya setiap tahun. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi ada proses panjang di balik layar, mulai dari menemukan artis, membimbing mereka, hingga mempersiapkan seluruh rangkaian program. Ke depan, jika kami melihat kebutuhan dukungan terhadap talenta kreatif semakin besar, kami tentu akan mempertimbangkan frekuensi yang lebih sering," jelasnya.
Lebih lanjut, Dheeraj memastikan dukungan Mastercard tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Para finalis akan memperoleh kesempatan untuk tampil dalam berbagai platform dan kegiatan Mastercard di tingkat regional maupun global.
"Perjalanan mereka tidak berakhir di sini, justru baru dimulai. Kami akan memberikan eksposur melalui berbagai properti dan kegiatan Mastercard di Asia Tenggara maupun wilayah lain di dunia. Itulah bentuk dukungan yang kami berikan kepada para artis yang bekerja sama dengan kami," ujarnya.
Program Mastercard Artist Accelerator Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem musik lokal sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta Indonesia untuk dikenal di tingkat regional hingga global.





