JAKARTA, DISWAY.ID-- Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB (jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek), dengan outlook Stabil.
Keputusan ini disampaikan melalui publikasi Research Update bertajuk "Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable" yang dirilis pada hari ini, Senin (13/07).
BACA JUGA:Dishub DKI Luncurkan 235 Bus Sekolah Gratis di Awal Tahun Ajaran, Ramah Disabilitas dan Tepat Waktu
Afirmasi tersebut menegaskan posisi Indonesia yang tetap berada dalam kategori investment grade, dan menjadi pengakuan atas ketahanan fundamental perekonomian nasional di tengah tekanan geopolitik global, volatilitas harga komoditas, serta pengetatan kondisi keuangan dunia.
Dalam laporannya, S&P menilai peringkat Indonesia ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang prudent, serta beban utang eksternal neto dan utang pemerintah yang relatif ringan dibandingkan negara peers.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa afirmasi ini merupakan bentuk kepercayaan komunitas internasional terhadap arah kebijakan Pemerintah.
BACA JUGA:Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Merupakan Undang-Undang Baru, Bukan Perubahan
"Afirmasi peringkat oleh S&P pada level BBB dengan outlook Stabil merupakan pengakuan atas konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi Pemerintah.
“Di tengah ketidakpastian global yang meningkat, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan di kisaran 5%, mempertahankan disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3% PDB, serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam. Ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid," ujar Menko Airlangga.
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Solid
S&P memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5% per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan proyeksi pertumbuhan riil 5,1% pada 2026 dan rata-rata 4,9% pada periode 2026–2029.
Capaian pertumbuhan 5,6% (yoy) pada Triwulan I-2026 turut menjadi katalis positif, didorong oleh belanja Pemerintah dan percepatan pencairan anggaran. PDB per kapita Indonesia diperkirakan berada pada kisaran USD5.200 pada 2026.
BACA JUGA:Mengenal Fitur Inspirasi Kantong, Cara Membagi Uang agar Target Finansial Lebih Mudah Tercapai
Disiplin Fiskal Terjaga, Penerimaan Negara Menguat
Salah satu jangkar utama outlook Stabil adalah komitmen Pemerintah menjaga batas defisit anggaran di bawah 3% PDB, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang.
- 1
- 2
- 3
- »




