SdanP Ramal PDB per Kapita RI US$5.200 di 2026, Tertekan Rupiah

cnbcindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada salah satu tenan di Pusat Perbelanjaan Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selain pertumbuhan ekonomi di 2026, lembaga Pemeringkat internasional S&P Global Ratings juga memprediksi pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia pada tahun ini.

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P memprediksi, pendapatan rata-rata (PDB per kapita) di Indonesia tetap lebih rendah daripada sebagian besar negara berperingkat investasi lainnya.


"Pendapatan rata-rata di Indonesia tetap lebih rendah daripada sebagian besar negara berperingkat investasi lainnya, tetapi meningkat lebih cepat. PDB per kapita diperkirakan mencapai US$5.200 tahun ini, hanya naik sedikit dari US$5.100 pada 2025, dibandingkan dengan pertumbuhan PDB nominal yang kami perkirakan sebesar 8,3%," tulis S&P dalam laporannya, dikutip Senin (13/7/2026).

Baca: Kabar Baik! S&P Pertahankan Investment Grade Rating RI-Outlook Stabil

S&P 500 menjelaskan hal ini disebabkan oleh depresiasi rupiah. Namun, pertumbuhan pendapatan rata-rata Indonesia lebih baik 3,9% daripada sebagian besar ekonomi dengan tingkat pendapatan yang serupa.

"Hal ini terutama disebabkan oleh depresiasi rupiah. Terlepas dari pergerakan nilai tukar, pertumbuhan tren Indonesia sebesar 3,9% akan lebih baik daripada sebagian besar ekonomi dengan tingkat pendapatan yang serupa," terang S&P.

Selain itu, S&P meyakini kondisi politik Indonesia masih cenderung stabil dan dapat menumbuhkan pendapatan rata-rata masyarakat di Indonesia.

"Kami tetap percaya bahwa lembaga politik dan kebijakan di Indonesia secara umum stabil dan bebas dari tantangan terhadap legitimasinya," jelas S&P.

Para pembuat kebijakan Indonesia terus memprioritaskan stabilitas ekonomi dan keuangan. Selama bertahun-tahun, pemerintah telah berupaya meningkatkan transparansi melalui interaksi dan berbagi informasi secara teratur dengan pelaku pasar keuangan.

"Mereka mulai fleksibel dalam menyesuaikan kebijakan bila diperlukan, seperti melakukan pemotongan pengeluaran yang besar untuk menjaga defisit di bawah ambang batas tahun ini," pungkas S&P.


(chd/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Investasi dan Swasta Jadi Kunci Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Haru Keluarga Santri yang Dibakar di Lombok Ngadu ke DPR, Komisi III Janji Kawal
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mahfud MD Usul KPK Takeover Kasus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Merespons Begini
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
BMKG Pantau Siklon Tropis Haishen, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Bakom: Presiden minta aparatur negara perkuat integritas
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kasatgas Tito: Ambulans dari Korpri Sangat Berarti untuk Korban Sumatera
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.