Kejagung Telusuri Dugaan Bunker Baru Kasus Febrie Adriansyah, Siapkan Tim Khusus Penyidikan

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan menelusuri informasi mengenai dugaan masih adanya lokasi penyimpanan aset lain atau bunker terkait tiga perkara dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Kejagung menyatakan proses penelusuran tersebut akan dilakukan berdasarkan kebutuhan penyidikan dan alat bukti yang ditemukan, bukan hanya berdasarkan informasi atau opini yang berkembang di publik.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan perkara tetap akan dikaji oleh penyidik untuk memastikan kebenarannya.

"Makanya kita telusuri. Kita tidak berdasarkan opini, tapi kita lihat dulu berdasarkan kepentingan penyidikan," kata Anang kepada wartawan di Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Menurut Anang, apabila penyidik menemukan adanya hal-hal baru yang perlu didalami, langkah lanjutan akan dilakukan sesuai kebutuhan perkara.

"Menurut penyidik, ada hal-hal yang perlu kita lakukan untuk ditambahkan, pasti kita lakukan," ujarnya.

Saat ini, Kejagung masih mempelajari administrasi perkara yang telah diserahkan oleh Polri. Setelah proses tersebut, Kejagung akan membentuk tim penyidik khusus untuk menangani perkara tersebut.

Anang menjelaskan tim khusus itu nantinya akan mempelajari seluruh dokumen pemeriksaan, barang bukti, hingga dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada para tersangka.

"Yang jelas kita kan baru menerima, nanti kita pelajari. Nanti penyidik di Kejaksaan Agung, kita akan membentuk penyidik khusus. Khusus nih, karena tidak bisa dengan penyidik biasa," katanya.

Ia menambahkan, seluruh proses penyidikan akan dilakukan dengan mengacu pada bukti yang tersedia serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap pihak-pihak yang terlibat.

"Kita akan pelajari, kita akan lihat seperti apa duduk perkaranya berdasarkan berita acara pemeriksaan yang sudah ada, juga berdasarkan barang bukti yang ada, dikaitkan dengan dugaan terhadap tindak pidana yang disangkakan," tutur Anang.

Kejagung juga memastikan proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan transparan. Dalam penyidikan ini, Kejagung akan tetap berkoordinasi dengan Polri, KPK, serta Komisi III DPR RI yang turut melakukan pengawasan.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengungkap adanya informasi mengenai dugaan lokasi penyimpanan aset lain yang berkaitan dengan perkara Febrie Adriansyah.

Menurut Habiburokhman, informasi tersebut muncul dalam pembahasan internal Komisi III DPR terkait tiga kasus dugaan korupsi yang menyeret Febrie, yakni dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.

"Infonya ada beberapa tempat lagi yang juga akan dilakukan potensi, juga bunker-bunker lainnya," kata Habiburokhman dalam rapat internal Komisi III DPR RI.

Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto juga meminta agar dugaan keberadaan aset lain tersebut diusut hingga tuntas. Ia menduga masih ada lokasi penyimpanan harta yang belum terungkap dalam perkara tersebut.

Baca Juga: Ini Peran Konglomerat 'Pacific Place' dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

"Kita duga masih banyak tempat-tempat persembunyian dari harta-harta yang tidak jelas, yang diduga hasil daripada kejahatan ini untuk diungkap," ujar Rikwanto.

Sebelumnya, penyidik Polri telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait perkara tersebut, termasuk rumah Febrie Adriansyah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan barang bukti berupa emas seberat 74 kilogram serta uang tunai ratusan miliar rupiah yang tersimpan dalam brankas.

Febrie Adriansyah sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama pengusaha Don Ritto dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan tiga kasus tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Pastikan Tak Ada Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Sekolah Tak Diliburkan
• 12 jam laludisway.id
thumb
Kapolri Temui Panglima TNI, Tegaskan TNI-Polri Solid
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Belum Periksa Febrie Adriansyah Setelah Terima Dokumen Kasus dari Polisi
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Piala Dunia 2026: Kata-kata Scaloni Jelang Argentina Hadapi Inggris di Semifinal, Malah Puji dan Kagumi Tim Lawan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamendikdasmen Mengusulkan Murid Membaca Satu Buku Setiap Minggu untuk Memperkuat Literasi
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.