TNI AL Masih Menunggu Keputusan Kemhan Terkait Penggunaan Rudal BrahMos usai Kontrak Kerja Sama Indonesia-India Diumumkan

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan TNI AL masih menunggu keputusan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia terkait penggunaan rudal jelajah supersonik BrahMos meski kontrak kerja sama pengadaannya telah diumumkan dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia.

TNI AL Menunggu Arahan Kemhan

Tunggul menyampaikan bahwa kerja sama mengenai BrahMos masih dalam penanganan oleh Kementerian Pertahanan.

Ia belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana TNI AL dalam menggunakan rudal BrahMos yang dinilai cocok untuk pertahanan pantai.

Meski demikian, Tunggul menyambut baik kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan India dalam pengembangan rudal BrahMos.

"Kerja sama tersebut akan semakin memperkuat sistem pertahanan Indonesia," ungkap Tunggul.

Kontrak Diumumkan di Hadapan Prabowo dan Modi

Kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pengumuman kontrak tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7).

Pada kesempatan yang sama, diumumkan pula perjanjian kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp.

Kedua dokumen tersebut merupakan bagian dari 16 kerja sama yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia.

Indonesia diketahui telah membidik akuisisi rudal BrahMos sejak beberapa tahun terakhir.

Beberapa hari sebelum kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyatakan bahwa pembahasan kerja sama pengadaan BrahMos telah memasuki tahap yang sangat maju.

Sandeep Chakravorty menyatakan pembahasan tersebut diharapkan segera mencapai kesepakatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putra Mahkota Norwegia Puji Perjuangan Haaland dkk, Undang ke Istana
• 13 jam laludetik.com
thumb
Bagaimana Siasat Warga Menikmati Libur di Tengah Tekanan Ekonomi?
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Investor Abaikan Kondisi Geopolitik, Bursa Asia Dibuka Perkasa
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ratusan Layang-Layang dari 17 Negara Hiasi Langit Parangkusumo Yogyakarta
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.