Golkar Ingatkan Deddy Sitorus Tak Politisasi Dugaan Korupsi Batu Bara

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi XII DPR RI, Rusli Habibie, meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan persoalan dalam pasokan batubara untuk pembangkit listrik dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun mengaitkannya dengan pihak-pihak yang belum tentu memiliki keterkaitan.

Hal tersebut disampaikan Rusli merespons pernyataan anggota DPR RI Deddy Sitorus di salah satu media nasional yang meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diperiksa terkait persoalan tersebut.

Baca Juga :
Sahroni Tegaskan Komisi III DPR RI Akan Awasi Langsung Penanganan Tiga Kasus Korupsi
Golkar Nilai Pernyataan Deddy Sitorus soal Dugaan Korupsi Batu Bara Tak Berdasar, Ini Alasannya

Menurut Rusli, penanganan dugaan pelanggaran harus didasarkan pada fakta dan bukti yang ditemukan oleh aparat penegak hukum. Karena itu, ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi tudingan politik yang justru dapat mengaburkan substansi persoalan.

“Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Jangan mendahului aparat penegak hukum dengan membangun tudingan atau menarik pihak-pihak tertentu ke dalam persoalan tanpa dasar fakta dan bukti yang jelas,” kata Rusli dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Juli 2026.

Rusli menjelaskan, pengadaan batubara pada dasarnya berlangsung melalui mekanisme business to business (B2B). Oleh karena itu, hal yang perlu menjadi perhatian serius adalah bagaimana memastikan tata kelola pengadaan batu bara berjalan dengan baik, mulai dari proses pengadaan, pengawasan kualitas dan volume, hingga penerimaan batubara.

“Kalau ditemukan kelemahan dalam tata kelola, maka itu yang harus kita perbaiki. Sistem pengadaan dan pengawasan harus semakin kuat sehingga tidak ada ruang bagi praktik fraud maupun tindakan yang dapat merugikan negara dan mengganggu keandalan pasokan listrik,” ujarnya.

Anggota DPR Fraksi Golkar itu menilai, energi semua pihak seharusnya diarahkan untuk membongkar persoalan hingga ke akar masalah sekaligus memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, mencari kambing hitam tanpa didukung fakta tidak akan menyelesaikan persoalan.

“Jangan sampai persoalan hukum justru dipolitisasi. Biarkan aparat bekerja secara profesional dan independen. Tugas kita adalah memastikan setiap pelanggaran ditindak dan setiap kelemahan tata kelola segera diperbaiki,” tegas legislator asal daerah pemilihan Gorontalo itu. 

Rusli menambahkan, Komisi XII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk mendorong tata kelola pengadaan energi primer yang semakin transparan, profesional, dan akuntabel demi menjamin keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Baca Juga :
Kejagung Harus Buktikan Tak Tebang Pilih, Diminta Segera Tahan Febrie Adriansyah
Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijamin Tak Akan Hambat Tugas Satgas PKH
DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Baru Usut Korupsi Febrie Adriansyah: Jangan Sampai Terafiliasi!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa Tantang Jokowi: KKN 1983 atau 1985?
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menhan Sjafrie Bertemu Pejabat Satgas PKH Setelah Febrie Adriansyah Jadi Tersangka
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi: Selain Pimpin Ponpes Tersangka Pembakaran Santri Juga Seorang Pengasuh
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
KPK panggil empat direksi swasta jadi saksi kasus Gatut Sunu Wibowo
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kegiatan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Dibubarkan Usai Ancaman Teror Bom, Siswa Dipulangkan
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.