Kasus Jalan Kontroversial 11,4 Miliar, Polres Jeneponto Panggil Kabid Bina Marga, Konsulta Hingga Pelaksana

terkini.id
10 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Jeneponto – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Jeneponto mulai melangkah masuk ke tahap pemanggilan pihak terkait dalam penyelidikan dugaan penyimpangan proyek peningkatan jalan di tiga ruas dengan nilai anggaran mencapai Rp11,4 miliar. Sejumlah pihak telah dikirim surat undangan klarifikasi, antara lain Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, konsultan perencana, hingga kontraktor pelaksana proyek.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Unit Tipidkor Satreskrim Polres Jeneponto, Ipda Suhadi, saat dikonfirmasi awak media di Jeneponto, Senin, 13 Juli 2026.
 
Menurut Ipda Suhadi, pemanggilan ini dilakukan guna mendalami secara rinci seluruh rangkaian proses, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga penyerahan proyek. Klarifikasi juga disesuaikan dengan temuan yang tercatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
“Iya, kita sudah kirim undangan resmi untuk diklarifikasi. Sebenarnya hari ini jadwalnya untuk Kabid Bina Marga beserta konsultan perencana, namun setelah dikomunikasikan, data yang diminta belum lengkap,” ujar Ipda Suhadi.
 
Karena hal tersebut, pemanggilan terhadap Kabid Bina Marga ditunda. “Kita tunda hingga besok, Selasa,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, Ipda Suhadi menjelaskan timnya terus mendalami temuan BPK serta aduan dari lembaga pengawasan terkait jalan yang menjadi sorotan masyarakat ini. Secara status administrasi, proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
 
“Dari keterangan lisan kontraktor, bentuk pemeliharaan yang akan dilakukan berupa pembongkaran pada titik-titik yang mengalami kerusakan, kemudian diperbaiki kembali,” terangnya.
 
Diketahui, berdasarkan temuan BPK pada proyek senilai Rp11,4 miliar yang mencakup tiga ruas jalan tersebut, tercatat adanya denda keterlambatan pelaksanaan sekitar Rp80 juta serta kelebihan pembayaran sebesar Rp37 juta. Selain itu, analisis BPK juga menunjukkan adanya kekurangan volume pekerjaan pada lapisan aspal AC-BC maupun AC-WC.
 
Proyek peningkatan jalan tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik karena kondisinya yang sudah rusak parah, retak-retak hingga menganga, padahal baru selesai dikerjakan kurang dari lima bulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatannya Secara Sukarela
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Kantongi Identitas Peneror Bom di SDN 15 Srengseng Sawah Jaksel
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo: Saya Tidak Percaya dengan Teori-teori Neolib
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Telusuri Dugaan Bunker Baru Kasus Febrie Adriansyah, Siapkan Tim Khusus Penyidikan
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Setelah Raih BRICS Award 2025, Buku Puisi Esai Denny JA Akan Diterjemahkan ke 35 Bahasa
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.