BEKASI, KOMPAS.com – DM (19), ibu tiri yang menganiaya balita berinisial QSH (4) di Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sempat membantah melakukan kekerasan terhadap anak tirinya.
DM sebelumnya menyebut luka yang dialami QSH terjadi akibat korban terpeleset di kamar mandi.
"Namun, tenaga medis menemukan sejumlah luka yang dinilai tidak sesuai dengan keterangan tersebut," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono dalam konferensi pers, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Balita di Bekasi Diduga Dianiaya Ibu Tiri 2 Bulan, Tubuh Penuh Luka
Ikhlas mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi menerima informasi bahwa korban sedang menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Koja, Jakarta Utara.
Saat itu, QSH diketahui dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka pada tubuhnya.
Tim Unit Reskrim Polsek Tarumajaya yang menerima informasi tersebut kemudian mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
"Hasil visum sementara menunjukkan adanya luka lebam pada bagian punggung, dada, wajah, dan perut, serta luka lecet dan luka bakar pada bagian bokong korban," kata Ikhlas.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi menduga DM melakukan kekerasan terhadap korban dengan alasan ingin mendisiplinkan anak tirinya.
Korban diduga mengalami kekerasan oleh ibu tirinya sejak Mei hingga awal Juli 2026.
"Kekerasan tersebut diduga dilakukan dengan memukul menggunakan gayung, mencubit, serta melukai bagian tubuh korban menggunakan sikat gigi," ujar Ikhlas.
Baca juga: Balita Dianiaya Ibu Tiri di Bekasi, Diduga Jadi Pelampiasan Sakit Hati ke Suami
Polisi juga masih mendalami motif di balik tindakan kekerasan tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, dugaan penganiayaan diduga dipicu rasa sakit hati DM terhadap suami dan keluarganya.
"Perbuatan tersebut dipicu rasa sakit hati DM terhadap perkataan suami maupun keluarga suaminya yang kemudian dilampiaskan kepada korban," kata Ikhlas.
Meski demikian, Ikhlas mengatakan penyidik masih terus menggali keterangan untuk memastikan motif utama pelaku melakukan kekerasan terhadap anak tirinya.