Tito Karnavian Tegaskan Pemerintah Tangani Serius Akses Jembatan Enang-Enang dan Luruskan Isu Kurang Perhatian

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan pemerintah telah menangani secara serius persoalan akses di kawasan Jembatan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, setelah muncul narasi bahwa masyarakat membangun jembatan secara mandiri karena dinilai kurang mendapat perhatian pemerintah.

Hasil Peninjauan Lapangan

Tito meninjau langsung lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan setelah beredarnya informasi tersebut.

Ia mengatakan, "Jadi setelah berdialog dan melihat langsung di lapangan, apa benar pemerintah tidak memperhatikan? Ternyata tidak, persoalannya bukan begitu. Narasinya saya perhatikan berbeda dengan lapangan."

Hasil peninjauan menunjukkan jembatan yang dimaksud merupakan jembatan lama yang tidak hancur saat diterjang banjir bandang.

Kerusakan terjadi pada tanah penyangga yang ambles sehingga struktur jembatan menjadi miring.

Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila jembatan tetap digunakan.

Tito menjelaskan Balai Pekerjaan Umum setempat telah lebih dahulu datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Perbedaan pandangan muncul karena masyarakat ingin tetap menggunakan jalur tersebut, sementara Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Kementerian Pekerjaan Umum menilai kondisi tanah masih labil dan berpotensi membahayakan pengguna.

Ia mengungkapkan, "Karena dia melihat bahwa jembatan ini rawan, miring sekali, dan longsor tanahnya di satu sisi itu banyak sekali longsornya."

Balai Kementerian Pekerjaan Umum meminta masyarakat menggunakan jalan alternatif.

Masyarakat menilai jalan alternatif mengharuskan mereka memutar lebih jauh dan kondisinya juga berlubang.

Karena alasan tersebut, masyarakat membuat akses sementara pada bagian yang ambles agar kendaraan tetap dapat melintas.

Balai Pekerjaan Umum menyatakan tidak berani menanggung risiko apabila jembatan lama kembali digunakan.

Tito menegaskan, "Bukan masyarakat membangun jembatan ini."

Solusi Sementara dan Rencana Pembangunan

Melalui mediasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, disepakati jembatan lama tetap dipertahankan sebagai solusi sementara.

Struktur jembatan lama akan diperkuat agar tetap dapat difungsikan untuk sementara waktu.

Hanya kendaraan roda dua dan kendaraan ringan yang diizinkan melintasi jembatan tersebut.

Tito mengatakan, "Intinya jembatan yang (lama) ini, ini sulit untuk dikembalikan normal lagi, ini berat sekali."

Pemerintah akan membangun jembatan baru yang lebih kokoh sebagai solusi permanen.

Pemerintah juga akan memperbaiki jalur alternatif yang memutar untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

Pembangunan jembatan pendukung dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juli 2026.

Tito meluruskan bahwa persoalan yang terjadi bukan disebabkan kurangnya perhatian pemerintah, melainkan adanya perbedaan pendapat mengenai aspek keselamatan penggunaan akses di lokasi terdampak bencana.

Ia menegaskan, “Bukan pemerintah tidak memperhatikan, tidak, (tapi) beda pendapat antara Balai PU dengan masyarakat.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prancis Diprediksi Menang Piala Dunia 2026 versi Super Komputer Opta
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Bakom: Presiden minta aparatur negara perkuat integritas
• 45 menit laluantaranews.com
thumb
Kejagung Diminta Segera Tahan Febrie & Tak Intervensi Penanganan Kasus Korupsi
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
5 Olahraga Pagi yang Cocok untuk Mengawali Hari
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta Tembus 45,17 Persen, Ini Pesan Kepala BPS
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.