Kekurangan Siswa, 5 SD Negeri di Gunungkidul Digabung

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan penggabungan (regrouping) terhadap lima sekolah dasar (SD) negeri pada tahun ajaran 2026/2027 akibat terus menurunnya jumlah peserta didik di sekolah-sekolah tersebut.

Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan lima SD negeri yang di-regrouping yakni SD Negeri Sambeng II yang digabung dengan SD Negeri Sambeng I, SD Negeri Widoro Semin dengan SD Negeri Sumberejo Semin, SD Negeri Kemiri I Tanjungsari dengan SD Negeri Kemiri II Tanjungsari, SD Negeri Jaten Tanjungsari dengan SD Negeri Gatak Tanjungsari.

"Terakhir SD Negeri Gelaran III Karangmojo digabung dengan SD Negeri Banyubening I Karangmojo," kata Nunuk di Gunungkidul, Senin, 13 Juli 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

Hanya Dapat Satu Murid, MPLS di SDN 2 Cepokosawit Boyolali Tetap Digelar
Menurut Nunuk, penggabungan tersebut dilakukan karena selama beberapa tahun terakhir lima sekolah tersebut terus mengalami kekurangan peserta didik.

"Siswanya semakin habis. Rata-rata satu sekolah hanya memiliki sekitar 20 siswa," ujarnya.

Ia menjelaskan proses penggabungan lebih difokuskan pada penggabungan aset sekolah, sedangkan para siswa diberikan keleluasaan untuk memilih sekolah tujuan sesuai dengan lokasi yang paling mudah dijangkau.

"Kalau lokasi sekolah hasil regrouping dirasa lebih jauh, siswa boleh memilih SD lain yang lebih dekat. Tidak harus bersekolah di sekolah hasil penggabungan tersebut," katanya.

ilustrasi - ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Nunuk mengatakan hingga awal tahun ajaran baru, Disdik Gunungkidul masih melakukan pendataan jumlah peserta didik SD, baik yang mendaftar melalui jalur luring maupun daring.

"Jadi terkait jumlahnya memang belum pasti karena masih menunggu proses pendataan," ujar Nunuk.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Gunungkidul Asbani mengatakan kebijakan penggabungan dilakukan melalui proses yang panjang, mulai dari kajian, sosialisasi kepada masyarakat, hingga penghentian penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah tersebut selama beberapa tahun terakhir.

"Kekurangan murid, sehingga terpaksa dilakukan penggabungan sekolah," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura, Fokus pada Kepastian Harga
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Ternyata Ini Pesan yang Ingin Disampaikan IAS Dengan Mengutus Iyul dan Saad Iranda Dollar Ambil Formulir Bacalon Ketua Golkar Sulsel
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Senator Filep Wamafma Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Aksi Penusukan Acak Berkali-kali Berakhir Ditangkap Polisi
• 22 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Ingin RI Buat Bensin dari Jagung dan Sorgum, Target 4 Tahun!
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.