jpnn.com, JAKARTA - Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), melalui ERIA School of Government (SoG), menyelenggarakan Kuliah Perdana ERIA–ASEAN AOIP dengan menghadirkan Y.M. Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN, sebagai pembicara utama.
Kegiatan ini menandai peluncuran ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series, sebuah forum yang bertujuan memperkuat dialog mengenai perkembangan kawasan Indo-Pasifik dari perspektif ASEAN.
BACA JUGA: Komitmen Tolak Anarkisme: IMM Serukan Jaga Soliditas Bangsa di Tengah Turbulensi Geopolitik dan Ekonomi Global
Kuliah perdana tersebut dilanjutkan dengan Simposium Khusus ERIA–JIIA FOIP–AOIP yang diselenggarakan bersama Japan Institute of International Affairs (JIIA) dalam rangka memperingati 10 tahun Free and Open Indo-Pacific (FOIP).
Simposium ini mempertemukan para pembuat kebijakan dan pakar untuk membahas bagaimana ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan FOIP dapat saling melengkapi dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.
BACA JUGA: Pasar Foodservice Indonesia Tembus 29 Miliar Dolar AS, Terbesar di ASEAN
Dalam sambutan pembukanya, Dekan sekaligus Managing Director ERIA School of Government, Prof. Nobuhiro Aizawa menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Sekretaris Jenderal ASEAN sebagai pembicara perdana dalam rangkaian kuliah ini.
Dia menegaskan pentingnya menjaga Indo-Pasifik sebagai kawasan yang mengedepankan dialog, kerja sama, dan keterlibatan yang inklusif.
BACA JUGA: Erick Thohir Buka Suara Soal Bentrok Jadwal Piala Presiden dan Piala ASEAN 2026
"Kawasan Indo-Pasifik selama ini menikmati perdamaian dan stabilitas. Karena itu, sudah saatnya kita memperkuat norma dan pendekatan yang telah dibangun bersama oleh negara-negara di kawasan ini, sambil terus menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan,” ujar Prof. Aizawa.
Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe mengatakan momentum ini menjadi kesempatan penting untuk merefleksikan bagaimana AOIP dapat terus menjawab tantangan masa kini sekaligus memperkuat Sentralitas ASEAN.
"Melalui ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series yang digagas oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn, ERIA ingin memperkuat perspektif Asia Tenggara dalam diskusi kawasan dan global. Kami berharap rangkaian kuliah ini dapat memperkuat peran ASEAN dalam mendorong dialog, kerja sama, dan keterlibatan yang inklusif di Indo-Pasifik” kata Watanabe.
Dalam pidato utamanya, Dr. Kao Kim Hourn mengajak negara-negara di kawasan untuk tidak terjebak dalam persaingan antar kekuatan besar. Menurutnya, ASEAN perlu tetap aktif bekerja sama dengan berbagai mitra sambil menjaga kemampuan untuk menentukan arah dan kepentingannya sendiri.
"Pendekatan tersebut tercermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), yang menawarkan kerangka kerja sama yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan,” ujar Dr. Kao.
Dia menambahkan di tengah persaingan geopolitik, fragmentasi ekonomi, dan tantangan pada rantai pasok maritim, kerja sama yang nyata menjadi semakin penting.
Menurutnya, kolaborasi di bidang infrastruktur berkelanjutan, transformasi digital, dan keamanan ekonomi perlu terus diperkuat untuk menjaga ketahanan kawasan.
Dr. Kao juga menyampaikan bahwa ASEAN dan Jepang telah menyelesaikan sekitar 81% agenda aksi dalam Rencana Implementasi bersama mereka. Capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai inisiatif kerja sama dapat saling melengkapi dan menghasilkan manfaat bersama bagi kawasan.
Kuliah dan simposium ini dihadiri oleh para duta besar, perwakilan diplomatik negara-negara mitra Indo-Pasifik, pemangku kepentingan terkait ASEAN, serta akademisi dari berbagai universitas terkemuka.
Melalui rangkaian kuliah ini, ERIA berharap dapat memperkuat dialog kebijakan berbasis riset dan mendorong kerja sama yang lebih erat untuk menghadapi berbagai tantangan kawasan di masa mendatang.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




