Jakarta (ANTARA) - Satuan Pelaksana (Satpel) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyebut kondisi lokasi pekerjaan yang belum steril menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan normalisasi saluran di wilayah tersebut.
Kepala Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang, Eli Menawan Sari mengatakan hambatan tersebut umumnya disebabkan masih adanya aktivitas pedagang yang menempati area di atas saluran sehingga pekerjaan tidak dapat langsung dilakukan.
"Kendala itu sebenarnya lebih ke lokasi yang tidak steril, misalnya masih ada pedagang di atas saluran. Untuk itu kami membutuhkan bantuan dari pemangku wilayah, terutama lurah, agar lokasi dapat disterilkan sebelum pekerjaan dimulai," kata Eli ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Eli mengatakan, koordinasi dengan pihak kelurahan menjadi langkah utama agar proses normalisasi dapat berjalan sesuai rencana.
Selain penertiban lokasi, pihaknya juga memastikan pekerjaan hanya dilakukan pada saluran yang merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ia mengungkapkan, apabila di lokasi terdapat pohon yang menghambat pekerjaan, penanganannya masih dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait sehingga tidak menjadi kendala utama.
Saat ini Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang tengah mengerjakan lima proyek normalisasi saluran di wilayah Karet Tengsin, Gelora, Bendungan Hilir, dan Kebon Kacang.
Pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), usulan lurah, serta aspirasi masyarakat.
Normalisasi dilakukan dengan mengganti saluran yang rusak menggunakan beton u-ditch agar kapasitas aliran air meningkat dan dapat mengurangi potensi genangan saat hujan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Kota Administrasi Jakarta Pusat, Adrian Mara Maulana menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya mitigasi banjir dengan menjalankan program normalisasi kali dan perbaikan saluran.
Adapun program normalisasi ini mencakup pelebaran saluran atau sungai, penataan bantaran dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
"Sudin SDA bertanggung jawab untuk memastikan penyediaan sumber daya air yang berkelanjutan, mengelola infrastruktur yang berkaitan dengan air, dan mendukung tercapainya penataan ruang yang efisien," katanya.
Baca juga: SDA Jakpus kebut lima proyek normalisasi saluran di Tanah Abang
Baca juga: Perbaikan saluran air di Jalan Praja Jaksel ditargetkan rampung akhir Juli
Baca juga: Pemkot rampungkan perbaikan saluran di Lenteng Agung dalam tiga hari
Kepala Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang, Eli Menawan Sari mengatakan hambatan tersebut umumnya disebabkan masih adanya aktivitas pedagang yang menempati area di atas saluran sehingga pekerjaan tidak dapat langsung dilakukan.
"Kendala itu sebenarnya lebih ke lokasi yang tidak steril, misalnya masih ada pedagang di atas saluran. Untuk itu kami membutuhkan bantuan dari pemangku wilayah, terutama lurah, agar lokasi dapat disterilkan sebelum pekerjaan dimulai," kata Eli ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Eli mengatakan, koordinasi dengan pihak kelurahan menjadi langkah utama agar proses normalisasi dapat berjalan sesuai rencana.
Selain penertiban lokasi, pihaknya juga memastikan pekerjaan hanya dilakukan pada saluran yang merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ia mengungkapkan, apabila di lokasi terdapat pohon yang menghambat pekerjaan, penanganannya masih dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait sehingga tidak menjadi kendala utama.
Saat ini Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang tengah mengerjakan lima proyek normalisasi saluran di wilayah Karet Tengsin, Gelora, Bendungan Hilir, dan Kebon Kacang.
Pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), usulan lurah, serta aspirasi masyarakat.
Normalisasi dilakukan dengan mengganti saluran yang rusak menggunakan beton u-ditch agar kapasitas aliran air meningkat dan dapat mengurangi potensi genangan saat hujan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Kota Administrasi Jakarta Pusat, Adrian Mara Maulana menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya mitigasi banjir dengan menjalankan program normalisasi kali dan perbaikan saluran.
Adapun program normalisasi ini mencakup pelebaran saluran atau sungai, penataan bantaran dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
"Sudin SDA bertanggung jawab untuk memastikan penyediaan sumber daya air yang berkelanjutan, mengelola infrastruktur yang berkaitan dengan air, dan mendukung tercapainya penataan ruang yang efisien," katanya.
Baca juga: SDA Jakpus kebut lima proyek normalisasi saluran di Tanah Abang
Baca juga: Perbaikan saluran air di Jalan Praja Jaksel ditargetkan rampung akhir Juli
Baca juga: Pemkot rampungkan perbaikan saluran di Lenteng Agung dalam tiga hari





