Diakui Senator, Amerika Perlahan Dibuat Bangkrut Perang Iran: Biaya Sudah Tembus US$100 Miliar

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perang Iran mulai memunculkan kekhawatiran di dalam negeri dari Amerika Serikat (AS). Senator Amerika Serikat Chris Murphy mengingatkan bahwa konflik tersebut perlahan menguras keuangan negara dan dapat berdampak pada berbagai sektor penting, mulai dari kesehatan hingga pendidikan.

Menurut Murphy, biaya perang yang terus membengkak membuat negaranya menghadapi tekanan ekonomi yang semakin besar. Ia mengklaim bahwa biaya perang kini sudah mencapai lebih dari US$100 miliar.

Baca Juga: Eks Menterinya Jokowi Dibuat Terkecoh Kasus Febrie Adriansyah: Saya Dengar dari Kejaksaan...

"Perang ini sedang membuat negara kita bangkrut. Biayanya sudah mencapai US$100 miliar. Pemotongan anggaran kesehatan, pendidikan, dan pembangunan jalan akan dilakukan untuk membiayai perang. Selain itu, persediaan senjata kita juga berada pada tingkat yang sangat rendah. Dan Iran mengetahui semua itu," katanya, dikutip Selasa (14/7).

Murphy menilai kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa adanya kepercayaan diri dari Iran. Menurutnya, mereka yakin pemerintah saat ini tidak akan mampu mempertahankan operasi militer dalam jangka panjang.

Selat Hormuz jadi sorotan dari Murphy. Ia menjelaskan bahwa selama perang berlangsung, jalur itu tetap tertutup sehingga harga energi terus meningkat. Situasi itu, menurutnya, akan memberikan tekanan politik besar kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Selama perang masih berlangsung, Selat Hormuz tetap tertutup dan harga bahan bakar terus naik. Trump tidak akan mampu mempertahankan situasi ini ketika pemilu paruh waktu semakin dekat," ujarnya.

Selain tekanan ekonomi, ia juga menilai kebijakan pemerintah justru memperburuk posisi negaranya secara militer. Hal ini akan menjadi bencana untuk Amerika.

"Serangan-serangan tambahan hanya akan semakin melemahkan kita, baik dari sisi militer maupun ekonomi. Ini benar-benar sebuah bencana," katanya.

Murphy menegaskan bahwa musuh kini mengetahui keterbatasan negaranya sehingga tidak memiliki dorongan untuk mengalah terhadap tekanan militer Washington.

Menurutnya, strategi yang terus mengandalkan pemboman tanpa solusi diplomatik hanya akan memperpanjang perang sekaligus memperbesar beban ekonomi dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Drama Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Panas dengan Ahmad Khozinudin: Kalau Sejak Awal Pengecut...

Murphy memperingatkan bahwa dampak perang tidak lagi hanya dirasakan di medan tempur, tetapi juga mulai memengaruhi kondisi fiskal dan pelayanan publik di dalam negeri dari Amerika.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa itu Zakat Profesi dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Diakui Senator, Amerika Perlahan Dibuat Bangkrut Perang Iran: Biaya Sudah Tembus US$100 Miliar
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Punya Jinx Tiap Lawan Inggris, Argentina Ajukan Permintaan Khusus pada FIFA Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendiktisaintek Sebut Kualitas Dosen Menentukan Kemajuan Perguruan Tinggi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tips Mengenali Orang dalam Lima Menit Pertama Menurut Ilmu Psikologi
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.