Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Warga diimbau mengisi dan memberikan data dengan benar serta apa adanya demi keakuratan potret perekonomian Jakarta.
“Rahasia data itu dijamin. Sehingga harusnya mereka tidak segan-segan untuk melaporkan, menyampaikan data apa adanya tentang dirinya dan keluarganya. Karena itulah yang akan menjadi potret tentang ekonomi ataupun hasil sensus yang ada di Jakarta ini,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dilansir Antara, Senin, 13 Juli 2026.
Baca Juga :
BPS Imbau Masyarakat Jawab Sensus Ekonomi 2026 dengan JujurPramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta selalu menjadikan data BPS sebagai referensi utama dalam pengambilan kebijakan strategis. Akurasi data dari masyarakat dinilai sangat krusial agar program-program pemerintah tepat sasaran.
Salah satu contoh konkret pemanfaatan data ini adalah untuk menentukan klasifikasi penerima bantuan sosial (bansos), Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Selain itu, data BPS mengenai pemetaan RW kumuh juga menjadi acuan utama dalam menyusun program penataan wilayah.
Ilustrasi petugas Sensus Ekonomi. ANTARA/Dian Hadiyatna.
Sebagai kota global sekaligus pusat perekonomian nasional, Jakarta menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, Sensus Ekonomi tahun ini memiliki nilai yang sangat penting dan strategis untuk menentukan arah pembangunan ke depan.
Pramono berharap tidak ada lagi warga yang bersikap tertutup atau memalsukan kondisi riil mereka saat didatangi oleh petugas sensus di lapangan.
“Karena inilah yang menjadi kata kunci di dalam kita untuk mengambil keputusan ke depan. Jangan tertutup, lebih baik disampaikan. Susah ya susah, senang ya senang, kaya ya kaya, miskin ya miskin,” ujar Pramono.




