Gaikindo: Tak Perlu Tunggu Insentif, Harga Mobil Sudah Kompetitif

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika menyerukan masyarakat untuk tidak menunda pembelian mobil, meski sejumlah insentif pemerintah masih dalam tahap evaluasi.

Menurutnya, persaingan harga yang semakin ketat di antara produsen membuat konsumen tetap bisa mendapatkan penawaran menarik tanpa harus menunggu kebijakan baru.

"Dan kalau kita bisa sarankan, lebih bagus abaikan (rencana insentif) saja dulu. Nanti kalau ada ya kita bersyukur, tapi sekarang karena kalau kita lihat harga kendaraan ini sangat bersaing keras, apalagi dalam kondisi sekarang, sangat bersaing," katanya di konferensi pers GIIAS 2026 di Jakarta, Senin (13/7).

Menurut Putu, insentif bukan lagi menjadi faktor utama yang menentukan keputusan pembelian. Terlebih, insentif dewasa ini dikhususkan untuk kategori kendaraan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) termasuk kendaraan listrik (EV).

"Apalagi insentif hanya untuk EV bukan untuk kendaraan lain, sehingga karena sangat bersaing harganya sudah affordable, jangan menunggu itu, langsung saja dibeli. Enggak akan membedakan banyak hal, produsen sekarang sudah memberikan diskon, banyak sekali fasilitas-fasilitas dan diskon," lanjutnya.

Sebelumnya pada awal Mei 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pembahasan terkait insentif sudah dilakukan di internal pemerintah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026.

"Kemudian insentif ini juga tadi sudah kita bahas dan ini juga akan dilaporkan ke Bapak Presiden dan akan diumumkan sesudah kami laporkan ke Bapak Presiden," ujar Airlangga di konferensi pers Pertumbuhan PDB TW-1 Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (5/5).

Airlangga menjelaskan, belanja pemerintah dinilai masih akan menjadi penopang penting ekonomi domestik, terlebih basis belanja pemerintah tahun lalu relatif rendah. Kemudian, sektor otomotif sebagai salah satu sektor yang masuk radar pemerintah untuk mendapat stimulus.

"Salah satu juga untuk sektor misalnya di otomotif dan motor. Nah ini nanti kita akan laporkan ke Bapak Presiden," katanya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun menyampaikan bahwa pemerintah menunda pelaksanaan insentif kendaraan listrik menjadi Juli 2026, yang sebelumnya direncanakan mulai bergulir pada Juni 2026.

Menurut dia keputusan itu diambil karena masih ada sejumlah perhitungan yang belum rampung dan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi, (Juli)," kata Purbaya di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Selasa (26/5).

Namun memasuki paruh dua tahun ini, stimulus otomotif tak kunjung diketuk palu. Hingga akhirnya Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif melihat ketidakjelasan insentif, yang berdampak pada tekanan industri otomotif karena membuat konsumen menunda keputusan pembelian.

“Kami meminta agar industri dan konsumen produk otomotif segera diberi kepastian. Kalau belum ada kepastian, itu akan menjadi tekanan pada industri, karena konsumennya masih akan menunggu melakukan pembelian produk otomotif menunggu insentif itu,” kata Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AMPTU Desak DPR Dalami Proyek Jarkompenas AirNav
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
SdanP Tetapkan Rating RI BBB, Bos BI: Bukti Kepercayaan Global Terjaga
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sestama BKKBN tegaskan PJPK hitung kebutuhan warga sejak lahir
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Airlangga Lapor Prabowo, Kapal Nelayan Besar Minta Harga Solar Industri Khusus
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Himpun Usulan soal RUU Perampasan Aset: Bentuk Lembaga Baru dan Ubah Nama
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.