Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Masih Mungkin Meski Serangan Berlanjut

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa militer AS terus menghancurkan kemampuan militer Iran di Selat Hormuz, sembari menegaskan bahwa peluang tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran masih tetap terbuka.

Pernyataan disampaikan Trump meski AS dan Iran telah terlibat aksi saling serang dalam tiga malam berturut-turut.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin, 13 Juli 2026, Trump mengatakan pasukan AS sedang menjalankan operasi untuk menghilangkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran strategis tersebut.

"Kami menyerang mereka malam ini dan kami menghancurkan seluruh kemampuan mereka yang berkaitan dengan Selat Hormuz," ujar Trump, dikutip dari Yeni Safak.

Gedung Putih sebelumnya menyatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam kapal-kapal komersial yang melintas di salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia itu. Tuduhan Iran Langgar Kesepakatan Trump juga menuduh kepemimpinan Iran berulang kali membatalkan kesepakatan yang sebelumnya hampir tercapai.

"Mereka membuat kesepakatan, lalu melanggarnya — mungkin 10 kali — dan mereka membunuh banyak orang. Mereka sudah bernegosiasi selama 47 tahun, tetapi tidak ada yang pernah menyerang mereka secara militer. Kami menyerang mereka dengan sangat keras," katanya.

Trump tidak menjelaskan secara spesifik kesepakatan mana yang dimaksud, namun pernyataannya mencerminkan frustrasi Washington terhadap berbagai upaya diplomatik dengan Teheran selama beberapa dekade terakhir.

Meski operasi militer terus berlangsung, Trump menegaskan bahwa jalur diplomasi masih memungkinkan untuk ditempuh.

Ketika ditanya apakah dirinya masih melihat peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran, Trump menjawab singkat, "Ya, saya pikir kesepakatan masih mungkin terjadi."

Pemerintah AS sebelumnya menegaskan bahwa tujuan operasi militer saat ini adalah melemahkan kemampuan militer Iran dan bukan untuk mengganti rezim di negara tersebut.

Namun ketegangan meningkat tajam setelah Iran menutup Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia. AS Minta Negara Teluk Berbagi Biaya Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat menginginkan kompensasi dari negara-negara Teluk atas peran Washington dalam menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

"Saya ingin mendapat penggantian biaya karena kami melindungi wilayah yang sangat kaya di dunia. Kami mengeluarkan uang dan apa yang kami lakukan sekarang adalah meminta penggantian biaya atas perlindungan tersebut," ujarnya.

Trump secara khusus menyebut sejumlah negara mitra Washington di kawasan, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.

Pernyataan tersebut mengindikasikan pendekatan keamanan yang semakin transaksional dari pemerintahan Trump, di tengah konflik yang kini telah memasuki pekan kedua tanpa adanya terobosan diplomatik yang berarti.

Baca juga:  Siap Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Tidak Akan Gratis


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Sebut AS Langgar MoU Selat Hormuz Sejak Hari Pertama
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT Jadi Rp15.000 per Liter
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia
• 13 jam laludetik.com
thumb
Munafri-Aliyah: Digitalisasi Pemkot Makassar Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
• 15 jam laluterkini.id
thumb
Alasan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi dan TPPU
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.