Bisnis.com, KARANGANYAR — Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, ditutup selama satu hari pada Selasa (14/7/2026). Penutupan dilakukan untuk kegiatan pemeliharaan jalur dan peningkatan aspek keselamatan pendaki.
Kepala Bidang Operasional PUD Aneka Usaha Karanganyar selaku pengelola pendakian Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Titin Riyadi Ningsih, mengatakan penutupan hanya berlangsung satu hari dan difokuskan pada pembersihan jalur menuju Kawah Candradimuka maupun jalur menuju puncak Lawu melalui Cemoro Kandang.
"Penutupan hanya sehari karena kami melakukan maintenance jalur. Ada bebatuan yang sudah mengganggu perjalanan pendaki dan berpotensi membahayakan. Selain itu juga dilakukan penggantian tali pengaman di kawasan kawah," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Menurut Titin, perbaikan tidak memungkinkan dilakukan sambil jalur tetap dibuka karena berisiko membahayakan pendaki yang melintas di bawah lokasi pekerjaan. Ia menjelaskan PUD Aneka Usaha sebenarnya telah melakukan pembersihan jalur pada 6-7 Juli 2026. Namun, masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penanganan khusus sehingga harus dilakukan dengan penutupan jalur.
Titik yang menjadi fokus perbaikan berada di jalur menuju Kawah Candradimuka melalui Pos II serta jalur turun. Di lokasi tersebut terdapat pembatas di tepi jurang yang mulai lapuk sehingga perlu diperbaiki untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Selain itu, sejumlah pohon tumbang di jalur Cemoro Kandang juga belum seluruhnya dapat dievakuasi.
Ia mengatakan sekitar 15 petugas PUD Aneka Usaha diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka dibantu sekitar 10 relawan Anak Gunung Lawu (AGL) untuk membersihkan jalur dan melakukan perbaikan.
Baca Juga
- Pesona Tersembunyi Gunung Sumbing di Lereng Timur
- Kopi Lereng Gunung Lawu Magetan Tawarkan Cita Rasa Khas
- Dua Hari Satu Malam Menikmati Pesona Pendakian Gunung Ungaran
"Jalur yang ditutup hanya pendakian melalui Cemoro Kandang. Sementara jalur pendakian via Cemoro Sewu tetap dibuka karena kondisi jalurnya masih memungkinkan untuk dilalui," katanya.
Lebih lanjut, Titin mengatakan penutupan jalur dilakukan saat ini dengan alasan karena intensitas pendaki sudah menurun setelah masa libur sekolah berakhir. Saat hari biasa seusai libur sekolah hanya ada sekitar 10-20 pendaki per hari.
Berdasarkan data pengelola, jumlah pendaki melalui jalur Cemoro Kandang pada Juni mencapai hampir 2.000 orang. Menurut Titin, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penutupan jalur yang akan dilakukan besok.
"Kami ingin meminimalkan risiko kecelakaan. Karena biaya evakuasi pendaki yang luka seperti patah tulang beberapa waktu lalu saja mencapai Rp12 juta meski akhirnya ditanggung asuransi," katanya.
Selain melakukan perbaikan jalur, ia menambahkan PUD Aneka Usaha juga tengah menyiapkan sistem registrasi pendakian berbasis website yang ditargetkan mulai diuji coba pada awal Agustus 2026.
Selama April-Juli, pengelola melakukan identifikasi kebutuhan sistem agar registrasi tidak hanya berfungsi sebagai pembelian tiket, tetapi juga mendukung pengelolaan pendakian secara menyeluruh.
Melalui sistem tersebut, seluruh proses registrasi dilakukan secara daring, mulai dari pendaftaran, pembayaran tiket secara cashless, pemeriksaan kesehatan, hingga proses check-in dan check-out pendaki.
Calon pendaki juga diwajibkan mengisi cek kesehatan yang harus diperbarui menjelang keberangkatan. Sistem nantinya akan mencatat apabila pendaki melanggar ketentuan, termasuk keterlambatan turun gunung yang dapat dikenai sanksi sesuai aturan.
"Kami ingin semua proses satu pintu melalui digitalisasi. Tidak ada lagi formulir manual agar lebih efisien, transparan, sekaligus mengurangi penggunaan kertas karena kita berada di kawasan alam," ujar Titin.
Ke depan, sistem tersebut juga akan mengintegrasikan layanan pendukung seperti porter, ojek, hingga basecamp. Pengelola berencana menerapkan sistem distribusi yang lebih merata sehingga kesempatan memperoleh tamu dapat dirasakan seluruh basecamp dan porter yang telah terdaftar. PUD Aneka Usaha menargetkan proses transisi dari sistem manual menuju digital dapat rampung sepenuhnya pada akhir 2026.





