Kalah Bersaing, SDN di Tulungagung ini Hanya Dapat Satu Siswa baru

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Tulungagung (beritajatim.com) – M. Rafan Aditya (7) tampak semangat mengikuti pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 2 Sembon, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Meski tak ada temannya, Rafan tetap ceria dan antusias mendengarkan arahan dari guru. Rafan merupakan satu-satunya siswa baru di sekolah ini. Meski para guru sudah maksimal untuk mencari siswa baru selama masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), namun hanya ada satu siswa yang mendaftar.

Kepala SDN 2 Sembon Kusnul Linasikah, mengaku tetap menyambut siswanya dengan penuh semangat, meski tidak menampik perasaannya bercampur sedih karena minimnya jumlah murid baru. Satu murid baru yang didapat tersebut juga merupakan anak dari warga yang rumahnya tak jauh dari sekolah.

“Anak-anak hari ini berangkat sekolah dengan senang dan kami menyambut mereka dengan bahagia. Tetapi terus terang, hati saya sebenarnya belum begitu bahagia karena tahun ini hanya mendapatkan satu siswa baru,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Kondisi itu tidak mengubah proses pembelajaran di sekolah. Meski hanya satu siswa di kelas I, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa dengan sistem tatap muka.

“Walaupun cuma satu siswa, kami tetap mengajar normal. Jadwal pelajaran tetap berjalan, proses belajar juga sama seperti sekolah yang siswanya lebih banyak,” katanya.

Menurut Kusnul minimnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN 2 Sembon dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya kondisi fisik sekolah yang dinilai kurang menarik dibanding sekolah lain di sekitarnya.

“Kalau menurut saya penyebabnya banyak. Mungkin karena sekolah kami berada di dalam gang, kemudian kondisi bangunannya juga sudah lama. Fasilitas di kelas juga sudah kurang layak, meja kursi dan lantainya pun masih sederhana,” ungkapnya.

Meski demikian, dia memastikan kualitas tenaga pendidik tetap menjadi keunggulan sekolah. Mayoritas guru masih berusia muda dan dinilai memiliki semangat tinggi dalam mengajar.

“Guru-guru kami luar biasa. Semuanya masih muda dan enerjik. Saya sendiri yang paling tua disini,” tuturnya.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan sekolah untuk menjaring peserta didik baru. Bersama para guru, pihak sekolah rutin mendatangi rumah calon siswa hingga melakukan sosialisasi langsung kepada orang tua.

“Setiap akhir tahun pelajaran kami berkeliling mencari informasi anak TK yang akan masuk SD di sekitar sini. Kami datangi satu per satu rumahnya. Bahkan saat libur sekolah pun kami tetap mencari calon siswa. Tetapi hasilnya tahun ini hanya satu,” katanya.

Selain promosi, sekolah juga berupaya menambah kegiatan ekstrakurikuler agar lebih diminati masyarakat. Selain Pramuka yang menjadi kegiatan wajib, kini tersedia ekstrakurikuler qiraah dan hadrah.

.uf8f8d629332708a47c64b85ccd4385ac { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .uf8f8d629332708a47c64b85ccd4385ac:active, .uf8f8d629332708a47c64b85ccd4385ac:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .uf8f8d629332708a47c64b85ccd4385ac { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .uf8f8d629332708a47c64b85ccd4385ac .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .uf8f8d629332708a47c64b85ccd4385ac .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .uf8f8d629332708a47c64b85ccd4385ac:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Didukung 22 PWNU, Gus Salam Desak PBNU Tak Sandera SK Kepengurusan Wilayah dan Cabang!

Namun keterbatasan jumlah siswa membuat dana operasional sekolah ikut terbatas sehingga pengembangan kegiatan ekstrakurikuler belum maksimal.

“Karena BOS yang diterima juga sedikit, tambahan kegiatan itu bahkan kami dukung dengan iuran dari teman-teman guru,” ujarnya.

Saat ini total siswa SDN 2 Sembon hanya berjumlah 19 anak yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Kondisi tersebut menjadikan sekolah tersebut sebagai salah satu SD negeri dengan jumlah peserta didik paling sedikit di Kecamatan Karangrejo.

Kusnul berharap ada perhatian pemerintah untuk langkah-langkah lain yang bisa meningkatkan sekolah-sekolah yang minim murid. Selain itu upaya lain juga diharapkan seperti memperbaiki kondisi bangunan sekolah agar lebih menarik bagi masyarakat.

“Harapan kami ada renovasi gedung melalui bantuan pemerintah, baik DAK maupun program lainnya. Kalau kondisi sekolah lebih baik, mudah-mudahan masyarakat juga semakin tertarik menyekolahkan anaknya di sini. Kami juga berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan ekstrakurikuler bisa semakin berkembang,” pungkasnya. [nm]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III Klaim Libatkan Masyarakat untuk Susun RUU Perampasan Aset
• 21 jam lalukompas.com
thumb
BI Sambut Baik Afirmasi Peringkat Kredit Indonesia di BBB dengan Outlook Stabil dari S&P
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
HNS kembali tunjuk Slaven Bilic jadi pelatih timnas Kroasia
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kementerian UMKM Siapkan Kredit AKUR, Alumni KUR Bisa Ajukan Pinjaman hingga Rp2 Miliar
• 14 menit lalumedcom.id
thumb
Polda Metro Klaim Kantongi 3 Alat Bukti Tetapkan Roy Suryo Tersangka
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.