Rencana Kereta Gantung Puncak Bogor, Rute dari Summarecon ke Gunung Mas

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan proyek kereta gantung yang akan menghubungkan kawasan Summarecon dengan Rest Area Gunung Mas di Jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, proyek tersebut saat ini masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS) sembari pemerintah daerah menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor.

Menurut Rudy, kereta gantung menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan untuk meningkatkan konektivitas menuju kawasan wisata Puncak sekaligus membantu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut.

"Ada konsep kereta gantung, lalu ada konsep KRL, dan lain sebagainya. Tetapi kita harus bicara objektif bahwa itu butuh pembiayaan yang cukup besar," kata Rudy, Senin (6/7/2026), dikutip dari Antara.

Baca juga: 300 Warga Bogor Barat Terdampak Kekeringan, 8.000 Liter Air Bersih Disalurkan

Wisatawan Parkir di Summarecon, Lanjut Naik Kereta Gantung

Rudy menjelaskan konsep dasar proyek tersebut telah disiapkan. Nantinya, shelter atau stasiun bawah akan berada di kawasan Summarecon, Kecamatan Sukaraja.

Lokasi tersebut dirancang sebagai area park and ride, sehingga wisatawan yang menuju Puncak dapat memarkir kendaraan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta gantung.

Dari Summarecon, penumpang akan diangkut menuju shelter atas yang direncanakan berada di kawasan Rest Area Gunung Mas.

"Konsep sebenarnya sudah ada. Shelter bawahnya dari mulai sebelum Gadog, yaitu Summarecon. Summarecon kita punya lahan di situ untuk park and ride-nya, lalu titik akhirnya rest area," kata Rudy.

Baca juga: Akal-akalan Sopir Angkot Tua di Bogor, Hapus Tanda Tak Laik Jalan dan Tetap Mengaspal

Dibiayai Investor, Tidak Gunakan APBD

Rudy menegaskan proyek kereta gantung tidak akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.

Pasalnya, kebutuhan investasi untuk pembangunan moda transportasi tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah sehingga lebih memungkinkan direalisasikan melalui skema investasi swasta.

"Kami tidak akan membebankan biaya pembangunan itu kepada APBD. Karena kalau dengan APBD, biayanya butuh triliunan rupiah. Kami ingin swasta," ujarnya.

Karena itu, Pemkab Bogor saat ini fokus membangun komunikasi dengan pihak investor yang berpotensi terlibat dalam proyek tersebut.

Baca juga: Pemkot Bogor Ancam Kandangkan Angkot Tua yang Masih Nekat Beroperasi

Jadi Alternatif Atasi Kemacetan Puncak

Pemkab Bogor menilai proyek kereta gantung dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan wisatawan terhadap kendaraan pribadi yang selama ini mendominasi akses menuju kawasan Puncak.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, keberadaan kereta gantung diharapkan dapat mendorong integrasi transportasi menuju destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bogor.

Saat ini, proyek masih berada pada tahap kajian sehingga belum ada informasi mengenai nilai investasi, target pembangunan, maupun jadwal operasional kereta gantung tersebut. Namun, Pemkab Bogor memastikan pembahasan dengan investor terus dilakukan untuk melihat peluang realisasi proyek di masa mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta-Fakta Penangkapan Pengirim Pesan Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Merupakan Wali Murid
• 17 jam lalunarasi.tv
thumb
Makna dan Filosofi Elang Jawa Jadi Maskot Hari Anak Nasional 2026, Bukan Sekadar Simbol!
• 3 jam laludisway.id
thumb
Trump Ancam Iran Akan Dihantam Habis-habisan oleh AS
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Kepergian Temon Jadi Pengingat, Kenali 7 Tanda Serangan Jantung pada Pria yang Sering Diabaikan
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Komisi III DPR Sebut KPK Supervisi Kasus Mantan Jaksa FA
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.