Raksasa Otomotif Volkswagen Krisis, Berencana Pangkas 50.000 Karyawan

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen, berencana memangkas sekitar 50.000 karyawan sebagai bagian dari langkah efisiensi di tengah tekanan biaya yang semakin besar dan persaingan industri otomotif global yang kian ketat.

Rencana itu diungkapkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume dalam memo internal kepada karyawan yang diperoleh Reuters. Ini menjadi konfirmasi pertama bahwa Volkswagen tengah mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja hingga 100.000 orang secara global.

"Secara teori, hal ini berarti tambahan sekitar 50.000 pengurangan pekerjaan di seluruh dunia," tulis Blume dalam memo tersebut, dikutip dari Reuters (13/7). Pemangkasan ini terjadi di berbagai unit usaha, termasuk anak perusahaan Porsche dan Audi.

Menurut perhitungan perusahaan, Volkswagen masih memiliki kelemahan biaya sekitar 20% dibandingkan para pesaingnya. Demikian, perusahaan harus mencari penghematan agar tetap kompetitif di pasar otomotif.

Meski demikian, ia menegaskan perusahaan masih mengevaluasi jumlah pasti pengurangan tenaga kerja yang diperlukan. "Saat ini kami sedang menilai di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," ujar Blume.

Volkswagen saat ini menghadapi berbagai tantangan sekaligus. Selain harus menanggung biaya tarif impor yang mencapai miliaran euro, produsen mobil terbesar di Eropa itu juga menghadapi persaingan yang semakin sengit dari produsen mobil China, terutama di segmen kendaraan listrik.

Di saat yang sama, jaringan pabrik Volkswagen di Jerman juga dinilai perlu menjadi lebih efisien agar mampu bersaing di tengah perubahan industri otomotif global.

Penutupan Pabrik Masih Dikaji

Memo internal itu muncul setelah serikat pekerja meminta penjelasan kepada manajemen mengenai rencana restrukturisasi perusahaan yang dipaparkan kepada dewan pengawas pada pekan lalu.

Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan itu mengatakan perwakilan pekerja menolak sejumlah usulan manajemen, termasuk rencana pengurangan tenaga kerja dan kemungkinan penutupan empat pabrik.

Keempat fasilitas yang disebut masih dalam evaluasi berada di Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm.

Blume mengakui hingga saat ini Volkswagen belum menemukan model bisnis yang dinilai cukup kompetitif untuk menjaga operasional keempat pabrik tersebut pada dekade 2030-an.

Meski demikian, perusahaan masih memilih mencari solusi lain daripada langsung menutup pabrik. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan pabrik yang kapasitasnya berlebih untuk memproduksi kendaraan Volkswagen di Cina dan Eropa, atau mengalihkan ke kebutuhan industri pertahanan. 

Usai rapat dengan para pemangku kepentingan, Volkswagen tidak secara terbuka mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun penutupan pabrik.

Sebaliknya, perusahaan hanya menyampaikan rencana untuk memangkas kapasitas produksi dan secara bertahap mengurangi jumlah model kendaraan yang dipasarkan. Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan mendasar yang dihadapi Volkswagen.

Blume pun mengakui proses restrukturisasi masih akan terus berlanjut. "Masih akan ada lebih banyak pertemuan untuk bekerja keras menemukan solusi terbaik," kata Blume kepada para karyawan dalam memo tersebut.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teror di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Periksa 3 Saksi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
⁠Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo
• 16 jam laludetik.com
thumb
Sampaikan Replik, Kubu Roy Suryo Pertanyakan Kualitas Saksi dan Ahli Polda Metro
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Periksa 3 Anggota DPRD TTU Terkait Kematian dr Icha
• 4 jam laludetik.com
thumb
Mandy CJ Angkat Isu Toleransi Agama Melalui Pameran Tunggal Perdana ‘The Way Back’
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.